Fapet Undana Didik Mahasiswa Berjiwa Wira Usaha Bukan Berorientasi ASN

Lembaga Fapet Undana Kupang didik mahasiswa berjiwa wira usaha bukan berorientasi ASN

Fapet Undana Didik Mahasiswa Berjiwa Wira Usaha Bukan Berorientasi ASN
POS-KUPANG.COM/Edi Hayong
Dekan I Fapet Undana, Dr. Arnold Manu (tengah) didampingi Dosen Fapet, Ir. Dominggus Osa, MP dan Dekan Fapet, Ir. Gustaf Oemathan. M.Si saat memberikan keterangan Pers kepada wartawan di ruang kerja Dekan Fapet Undana, Rabu (18/9/2019). 

Lembaga Fapet Undana Kupang didik mahasiswa berjiwa wira usaha bukan berorientasi ASN

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kehadiran Fakultas Peternakan ( Fapet) Undana kini memasuki usia ke 56 tahun. Dalam rentang waktu tersebut, telah menghasilkan ribuan alumni yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam data yang dihimpun pihak Fakultas sejak tahun 2000 rata-rata setiap tahun lulusannya ada diatas 7 orang memilih berwirausaha. Fapet memang dalam programnya menyiapkan lulusan untuk wirausaha handal dan bukan berorientasi ke aparatur sipil negara (ASN).

Ini Besaran Anggaran Pembayaran Gaji ke-13 ASN di Dinas PKO TTU, Nilainya Sangat Fantastis

Hal ini diutarakan Pembantu Dekan I Fapet Undana, Dr. Arnold Manu, kepada wartawan di ruang kerja Dekan Fapet Undana, Rabu (18/9/2019). Hadir saat ini Dosen Fapet, Ir. Dominggus Osa, MP dan
Dekan Fapet, Ir. Gustaf Oemathan. M.Si.

Arnold Manu menjelaskan, saat ini pemerintah Provinsi NTT tengah menggalakan program pariwisata sebagai destinasi unggulan di NTT. Sebagai bagian dari elemen masyarakat, tugas lembaga perguruan tinggi adalah menyiapkan generasi masa depan NTT yang bermutu dan berkualitas dalam berbagai bidang.

Pembangunan Jalan Lingkar Luar Kota Kupang Tuntas 100 Persen

Khusus di Fapet Undana, kata Arnold, para mahasiswa yang dididik di lembaga ini diberikan bekal pengetahuan yang berorientasi pada jiwa wira usaha.

"Pada setiap momen kegiatan apapun, kami selalu memberikan sosialisasi mengenai apa yang ada di Fapet dan apa yang bisa diberikan Fapet untuk generasi NTT. Kita didik mahasiswa bukan berorientasi ASN tapi bisa menciptakan lapangan kerja secara mandiri," jelasnya.

Pada momen lomba pacuan kuda dalam rangka HUT Fapet ke 56, lanjut Arnold, pihaknya tidak saja menggelar kegiatan tapi ada sosialisasi bagi para warga untuk memperkenalkan lembaga ini.

"Kita harus bangga bahwa di mana-mana orang menyebut bahwa gudang ternak sapi itu ada di NTT. Kita punya ternak kuda Timor yang sangat terkenal tapi sekarang yang pelihara para orangtua bukan anak muda karena gengsi. Kita harus bangga melestarikan kuda Timor yang hampir punah," katanya.

Arnold mencontohkan, kuda Timor memang kecil dimana tinggi pundaknya tidak sama dengan kuda lainnya. Tapi di negara maju kuda jenis ini laku karena dipakai sebagai kuda hiasan dan peliharaan di rumah bukan untuk dilombakan.

"Fapet punya tanggung jawab moril memberikan motivasi bagi mahasiswa untuk menjadi generasi yang maju dalam wira usaha. Kita didik generasi pemelihara ternak bermutu dan tidak mengajar mereka untuk orientasi menjadi ASN. Kami punya data alumni tahun 2000 ke atas hasil survei diatas 7 orang lulusan termasuk wirausaha sukses," kata Arnold. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved