Usai Pasang Internet Desa, Ini yang Akan Dilakukan Pemerintah Desa Fatusene, di Kabupaten TTU

Pemerintah Desa Fatusene telah memasang jaringan internet desa sejak dua bulan yang lalu. Setelah pemasangan internet desa, pemerintah desa Fatusene

Usai Pasang Internet Desa, Ini yang Akan Dilakukan Pemerintah Desa Fatusene, di Kabupaten TTU
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kepala Desa Fatusene, Dionesius Taus 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Pemerintah Desa Fatusene telah memasang jaringan internet desa sejak dua bulan yang lalu. Setelah pemasangan internet desa, pemerintah desa Fatusene berencana akan memanfaatkan jaringan internet tersebut untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintahan desa.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Fatusene, Dionesius Taus kepada Pos Kupang saat ditemui di ruang kerjannya, Senin (16/9/2019).

Bagaimana Striker Persib Ezechiel? Semen Padang Bawa Striker Timnas Chad Karl Max vs Persib Bandung

Ini Dilakukan Pelatih Macan Kemayoran Julio Banuelos Hadapi PSIS saat Lini Persija Jakarta Bolong

Dionesius menjelaskan, pemerintah daerah Kabupaten TTU juga telah menginstruksikan kepada seluruh pemerintah desa agar semua perencanaan anggaran pada tahun 2019 harus menggunaka aplikasi siskeudes.

"Karena memang selama ini kita masih menggunakan sistem offline sehingga dengan adanya jaringan internet desa ini, nanti kita dibantu oleh orang dinas mereka pakai aplikasi siskeudes," ujarnya.

Selain itu, ungkap Dionesius, dengan adanya jaringan internet, pihaknya akan mengoptimalkan website desa untuk memberikan informasi kepada masyarakat di desa tersebut.

"Supaya mereka juga dapat mengakses kita punya website. Karena melalui jaringan seluler mereka tidak bisa membuka website desa," ujarnya.

Bagi pelajar dan mahasiswa, tambah Dionesius, nanti akan disiapkan juga printer yang dapat dimanfaatkan untuk mengerjakan tugas sekolah atau kuliah.

"Jadi mereka menggunakan internet gratis, tapi saat mereka print tugas mereka bayar. Kan lebih murah kalau mereka harus ke kota untuk print tugas," jelasnya.

Usai Menelaah Aturan dan Dokumen, Kejari TTS Segera Undang Mantan Wabup TTS, Obed Naitboho

Dengan adanya pemasangan jaringan internet, jelas Dionesius, penggunaan internet di desa sudah meningkat. Menurutnya, setiap hari diperkirakan sekira 30 orang yang menggunakan internet desa.

Dionesius menambahkan, dengan adanya pemasangan jaringan internet desa, kedepan pihaknya akan mengoptimalkan peran bumdes.

"Mungkin kedepan melalui bumdes kita bisa jual pulsa listrik, atau juga menjual produk unggulan di desa," ungkapnya. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved