Dosen Politani Kupang Tawarkan Pencegahan Stunting dengan Jagung Bose Instan

Dosen Politani Kupang tawarkan pencegahan Stunting dengan jagung bose instan

istimewa
Dr.Ludia Simuruk Gasong, S.Pd,M.Si, 

Dosen Politani Kupang tawarkan pencegahan Stunting dengan jagung bose instan

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Dosen Program Studi Teknogi Pangan, Jurusan Tanaman Pangan dan Hortikultura , Politeknik Pertanian Negeri ( Politani) Kupang, Dr.Ludia Simuruk Gasong, S.Pd,M.Si,menawarkan solusi penanganan stunting dengan jagung bose instan yang diperkaya dengan zat besi.

Pangan lokal ini diberikan kepada remaja putri untuk mengatasi masalah Anemia Gizi Besi (AGB) karena kekurangan zat besi pada remaja putri.

Biaya Pemasangan Internet Desa Capai Rp 36 Juta Per Tahun

Dr. Ludia menyampaikan hal ini pada acara diskusi Penggalangan Komitmen Pemangku Kepentingan Pencegahan dan Penanganan Stunting di NTT. Diskusi ini berlangsung di Hotel Sasando, Senin (16/9/2019).

Hadir pada acara ini, Ketua TP.PKK NTT, Julie Sutrisno, Kepala Bappelitbangda NTT, Lecky Frederich Koli, STP, Lembaga keagamaan, sosial kemasyarkatan dan undangan lainnya.

Dr. Ludia yang diberi kesempatan memberi pendapat mengatakan, pada prinsipnya Polita Kupang siap mendukung pemerintah NTT dalam mengatasi dan mencegah stunting.

Fatusene Jadi Desa Pertama Pemasangan Internet Desa di TTU

"Kami siap mendukung Pemprov NTT dalam mencegah dan menangani stunting di NTT," kata Ludia

Ludia juga telah berhasil melakukan sebuah penelitian tentang manfaat salah satu pangan lokal NTT, yakni jagung bose. Jagung bose yang diolah menjadi jagung bose instan yang diperkaya dengan zat besi (Jabin Kazabe) ini dapat mengatasi anemia Ludia yang ditemui POS-KUPANG.COM, sebelnya mengatakan, dengan mengkonsumsi Jagung Bose Instan diperkaya zat besi ini dapat mengataai masalah AGB karena kekurangan zat besi pasa remaja putri di Kupang.

Menurut Ludia, sesuai hasil riset atau penelitian yang dilakukannya di Laboratorium Seafast IPB Bogor dan sejumlah laboratorium, termasuk Laboratorium Politeknik Pertanian Negeri Kupang, ternyata jagung bose asal NTT, ternyata dapat mengatasi anemia pada remaja putri.

Penelitiannya itu dengan topik, Pengembangan Produk Jagung Bose Instan diperkaya Zat Besi untuk Penanganan Anemia Remaja Putri di Kupang, dengan tujuan adalah untuk memberdayakan pangan lokal denga inovasi pengolahan modern untuk penanganan masalah gizi, terutama anemia remaja putri di NTT.

"Ini hasil penelitian untuk disertasi saya dan Jabin Kazabe ini saya berikan ke responden remaja putri di Kupang yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian itu, ternyata Jabin Kazabe ini dapat mengatasi Anemia pada remaja putri," kata Ludia.

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka disarankan untuk penanganan masalah gizi seperti anemia remaja putri di Kupang,NTT dapat memberdayakan pangan lokal seperti jagung bose instan yang diperkaya dengan zat besi.

"Jagung bose ini pangan lokal NTT yang cukup terkenal saat ini dan sering dikonsumsi juga oleh remaja putri di NTT. Karena itu, dengan hasil riset ini tentu bisa membantu pemerintah dalam mengatasi masalah gizi di NTT," katanya.

Dikatakan, masalah animia pada remaja putri akan berpengaruh pula ketika remaja putri itu berkeluarga, sebab apabila dengan menderita anemia, maka ketika hamil, maka akan berpengaruh pula janinnya.

"Janin ini akan mengalami masalah gizi, sehingga kalau tidak diatasi masalah anemia maka bayi yang dilahirkan itu bisa mengalami masalah gizi. Karena itu, sangat diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan atau sebuah kajian ilmiah yang dapat membantu pemerintah NTT dalam mengatasi masalah gizi dan stunting," katanya.

Lebih lanjut dikatakan, zat gizi yang berhubungan positif atau signifikan pada kejadian anemia subjek adalah zat besi, sehingga semakin tinggi asupan zat besi , maka nilai Hb dalam darah juga semakin tinggi.

"Jika asupan zat besi rendah, maka remaja putri akan mengalami anemia. Karena itu, intervensi dengan jagung bose instan diperkaya zat besi dapat menaikan kasar Hb subjek sebesar 1,73 gram/dl dan ladar STfR subjek sebelum dan setelah intervensi tidak berbeda nyata," katanya.

Dia mengakui, perlakuan intervensi jagung bose instan pada remaja putri berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar Hb remaja putri.

"Jadi sesuai hasil penelitian saya, maka disarankan bahwa jagung bose instan diperkaya zat besi ini mampu memperbaiki status zat besi remaja putri yang mengalami anemia di Kupang," ujarnya.

Dalam diskusi ini, Dr. Ludia turut menandatangani komitmen bersama pencegahan dan penanganan stunting. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved