Wabup Lembata Menuju Nunukan Bahas Sister City Buruh Migran

Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday berangkat ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara guna membahas dan menjajaki rencana pengembangan konsep Sis

Wabup Lembata Menuju Nunukan Bahas Sister City Buruh Migran
Foto/Dokumen Humas Setda Lembata
Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA-Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday berangkat ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara guna membahas dan menjajaki rencana pengembangan konsep Sister City perihal tenaga kerja dengan Kabupaten Lembata, Jumat (13/9/2019).

"Kami ke sana guna menyiapkan segala sesuatu dan Pemda Lembata dan Nunukan pernah bertemu dan sepakat untuk sampai ke tingkat MoU," tegas Wabup Langoday di ruang kerjanya, Kamis (12/9/2019).

Peringati HUT TNI ke-74, Kodim 1618 TTU Gelar Kegiatan Donor Darah

Kesepakatan kerja sama dua daerah ini nantinya berupa kependudukan dan tenaga kerja. Bukan saja di tingkat kabupaten, kerja sama tenaga kerja sama juga akan dilakukan Pemprov NTT dan Pemprov Kalimantan Utara.

Menurut dia, yang paling penting dari kerja sama ini adalah soal dokumen kependudukan dengan aplikasi sehingga Pemkab Nunukan sebagai pintu masuk ke Malaysia sudah tahu berapa banyak jumlah tenaga kerja yang dikirim dari Lembata.

Selain dokumen kependudukan, lanjutnya, hal lainnya juga adalah soal rumah singgah atau rumah transit tenaga kerja yang ada di Nunukan.

"Rumah singgah ini selain untuk kenyamanan tapi juga untuk kepengurusan dokumen-dokumen yang belum lengkap. Rumah singgah juga seperti kantor layanan satu atap. Kalau dia belum punya paspor, dalam rumah singgah itu langsung dilayani."

Kata dia, peran rumah singgah ini sangat strategi dalam mendeteksi tenaga kerja dari dan ke luar negeri itu prosedural atau non prosedural.

Penandatanganan nota kesepahaman sister city di bidang tenaga kerja ini ditengarai bisa mencegah pengiriman buruh migran ilegal dan tidak berkompetensi.

Sementara itu, dihubungi terpisah, aktivis Migran Care, Kor Sakeng menuturkan sejak 2016 di Kabupaten Lembata sudah ada yang namanya Desa Buruh Migran yaitu Desa Tagawiti, Beutaran, Dulitukan, Lamawolo, Lamatokan dan Bao Lale Duli.

Dia mengatakan pemerintah juga sudah punya rujukan regulasinya di Perda 20 tahun 2015 dan Pergub 03 tahun 2013. *)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved