News

Cegah Stunting dan Gizi Buruk, Bupati TTS Instruksikan Setiap Desa Wajib Miliki 10 Tandon Air

Selain dikonsumsi, air dalam tandon itu dimanfaatkan masyarakat untuk bercocok tanam sayur-sayuran

Cegah Stunting dan Gizi Buruk, Bupati TTS Instruksikan Setiap Desa Wajib Miliki 10 Tandon Air
Pos Kupang.com/Dion Kota
Bupati TTS Egusem Piether Tahun 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Dion Kota

POS KUPANG, COM, SOE - Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Egusem Piether Tahun, menginstruksikan para kepala desa di daerah itu wajib membuat/mengadakan minimal 10 tandon berkapasitas 1.200 liter air menggunakan dana desa.

Tandon-tandon tersebut dimanfaatkan untuk menampung air sebagai salah satu langkah mencegah stunting dan gizi buruk di TTS.

"Selain dikonsumsi, air dalam tandon itu dimanfaatkan masyarakat untuk bercocok tanam sayur-sayuran di pekarangan rumah. Pemkab TTS siap memberikan bantuan bibit sayuran gratis kepada masyarakat guna ditanam di pekarangan rumah. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat memiliki sumber makanan bergizi berupa sayur-sayuran di pekarangan rumah sendiri," ujar Bupati Epy Tahun di SoE, Rabu (11/9/2019).

Bupati Epy Tahun masih melihat apakah ada ruang untuk melakukan review RPJMD atau tidak.

"Kalau tidak bisa, kita wajibkan di tahun 2020. Minimal tandon yang berkapasitas 1.200 liter. Ini merupakan salah satu usaha kita dalam mencegah dan menekan angka stunting dan gizi buruk di TTS," ungkapnya.

Menyoal musim kemarau yang kini mendera, Bupati Epy Tahun mengaku akan berdampak pada paceklik pangan. Dirinya meminta kepada para kepala desa untuk segera memasukkan data rawan pangan yang terjadi di desa masing-masing. Hal ini dimaksudkan agar Pemda TTS bisa segera melakukan intervensi bantuan dengan menyalurkan bantuan beras gratis.

"Para kepala desa yang warganya sudah mulai mengalami rawan pangan segera laporkan datanya, by name, by address hingga kita bisa segera intervensi dengan bantuan. Jangan lama-lama, kasihan masyarakat yang kekurangan pangan," ujar Bupati Epy.

Bupati Epy Tahun kembali menegaskan komitmennya mencegah dan menekan angka stunting dan gizi buruk di daerah itu.

Pemda TTS, katanya, akan melakukan kerja sama dengan BPS guna mendata kemiskinan agar pemerintah memiliki data lengkap dari nama, pekerjaan, penghasilan, kondisi rumah hingga jumlah anggota keluarga yang tergolong miskin di TTS.

Data tersebut akan menjadi dasar pemberian bantuan, baik bantuan pusat, provinsi, kabupaten hingga bantuan yang bersumber dari dana desa.

"Kalau kita sudah pegang data lengkap KK miskin di TTS, selanjutnya kita intervensi lewat berbagai sumber anggaran mulai dari pusat hingga dana desa. Saya optimistis kalau kita memberikan bantuan berbasis data, lebih tepat sasaran," tegasnya. *

Penulis: Dion Kota
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved