Breaking News:

Renungan Harian Kristen Protestan

Renungan Kristen Kamis 12 September 2019 'Kebencian Membutakan Hati Tapi Kasih Sayang Membuka Hati'

Renungan Kristen Kamis 12 September 2019 'Kebencian Membutakan Hati Tapi Kasih Sayang Membuka Hati'

Editor: maria anitoda
Dok Pribadi/Mesakh A.P. Dethan
Renungan Kristen Kamis 12 September 2019 'Kebencian Membutakan Hati Tapi Kasih Sayang Membuka Hati' 

Sebetulnya bukanlah salah Yusuf ketika ia lebih disayang ayahnya.

Begitu pula bukanlah salahnya karena dengan polos menceritakan dua mimpinya kepada saudara-saudara dan orang tuanya. 

Sipenulis Kitab Kejadian mau menonjolkan bahwa Yusuf bukan  hanya disayang secara manusiawi oleh ayahnya, tetapi juga Yusuf telah sejak awal dipilih Allah untuk menjadi “orang besar”.

Ada cinta manusia tetapi juga ada rahmat ilahi yang mengalir pada Yusuf.

Yusuf yang dipenuhi cinta dan ketulusan tidak menolak untuk menemui para saudaranya atas permintaan ayahnya (Kejadian 37:13-14).

Yusuf tahu bahwa di depan ayahnya saudara-saudara ada menahan diri dan menahan tangan mereka untuk memukulnya atau bahkan membunuhnya karena kemarahan dan irihati.

Apalagi dia harus pergi berjumpa dengan mereka ditempat yang jauh dari rumah dan dari pengawasan dan perlindungan ayahnya Yakob. 

Menurut Matthew Henry Commentary “Sebagian orang beranggapan bahwa mereka sengaja pergi ke sana, dengan berharap agar Yusuf disuruh melihat mereka, dan agar pada saat itu mereka mendapatkan kesempatan untuk berbuat jahat kepadanya.

Namun bagaimanapun juga, baik Yusuf maupun ayahnya lebih memiliki ketulusan merpati daripada kecerdikan ular beludak, sebab kalau tidak, Yusuf tidak akan pernah datang seperti itu kepada orang-orang yang membencinya. Namun, Allah merancangkan itu semua untuk mendatangkan kebaikan”.

Meskipun tahu bahwa mereka membenci dia dan iri hati terhadapnya, Yusuf tidak berkeberatan melakukan perintah-perintah ayahnya.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved