Breaking News:

Renungan Harian Kristen Protestan

Renungan Kristen Kamis 12 September 2019 'Kebencian Membutakan Hati Tapi Kasih Sayang Membuka Hati'

Renungan Kristen Kamis 12 September 2019 'Kebencian Membutakan Hati Tapi Kasih Sayang Membuka Hati'

Editor: maria anitoda
Dok Pribadi/Mesakh A.P. Dethan
Renungan Kristen Kamis 12 September 2019 'Kebencian Membutakan Hati Tapi Kasih Sayang Membuka Hati' 

Belum habis rasa cemburu, iri dan jengkel (Kejadian 37:4) ini hilang Yusuf kembali menghebohkan keluarga, bukan hanya bagi saudara-saudaranya tetapi juga ayah dan para ibunya dengan dua buah mimpinya yang aneh dalam Kejadian 37:5-7 dan Kejadian 37:9.

Mimpi pertama: 5 Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.

6 Karena katanya kepada mereka: "Coba dengarkan mimpi yang kumimpikan ini: 7 Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu." (Kejadian 37:5-7).

Mimpi kedua: 9 Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: "Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku."

Reaksi saudara-saudaranya sangat jelas marah karena dengan mimpi itu menujukkan kebesaran Yusuf seperti seorang raja atau penguasa yang disembah.

“"Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?"”.

Yakob sang ayah yang mencintainya juga turut mempertanyakan mimpi Yusuf yang dianggap tidak pantas. “"Mimpi apa mimpimu itu? Masakan aku dan ibumu serta saudara-saudaramu sujud menyembah kepadamu sampai ke tanah?"(Kejadian 37:10). 

Kendatipun mempertanyakan mimpi itu, tetapi Yakob tidak memarahi Yusuf atau bahkan menghukumnya, tetapi malah menyimpan dalam hati.

Disinilah letak perbedaannya dan si penulis kejadian mencatat dua mimpi Yusuf didengar dengan penuh kemarahan oleh saudara-sudarana karena memang sudah ada bibit kebencian, sedangkan oleh Yakob didengar dengan penuh perhatian dan menaruhnya dalam hati, karena memang ada bibit cinta kepada Yusuf.

“"Mimpi apa mimpimu itu? Masakan aku dan ibumu serta saudara-saudaramu sujud menyembah kepadamu sampai ke tanah?"” (Kejadian 37:11).  Ditaruh di hati artinya biar supaya diingat suatu saat. Jadi benar bahwa kebencian membutakan hati, tetapi kasih sayang membuka hati. Saudara-saudara Yusuf yang penuh kebencian  mendengar cerita mimpi Yusuf seperti sampah yang harus segera dibuang, sedangkan oleh ayahnya Yakob sebagai sesuatu yang berharga sehingga disimpan dihati.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved