Pembunuhan Pengusaha Wanita di Gresik
Ibunda Nisaa, Kecewa, Ayub yang Sudah Dikenalnya Tega Menghabisi dan Memperkosa Anaknya Secara Keji
Ibunda Hadryil Choirun Nisa'a mengaku kecewa dan tak menyangka jika Ayub yang dikenalnya tega membunuh anaknya secara keji.
Ibunda Nisaa Kecewa, Ayub yang Sudah Dikenalnya Tega Menghabisi dan Memperkosa Anaknya Secara Keji
POS-KUPANG.COM- Ibunda Nisaa Kecewa, Ayub yang Sudah Dikenalnya Tega Membunuh dan Memperkosa Anaknya Secara Keji
Ibunda Hadryil Choirun Nisa'a (25), warga Dusun Ngering RT 2 RW I Desa Sukoanyar, Kecamatan Cerme merasa sangat sangat kecewa terhadap pelaku pembunuhan anaknya bernama Ayub.
Ia tak menyangka lelaki yang sudah dikenalnya itu tega membunuh anaknya. Hadryil Choirun Nisa'a secara keji.
Hadryil Choirun Nisa'a, Gadis 25 tahun ini sebagai tulang punggung keluarga karena ayahnya sudah almarhum.
Ibunda Nisa'a di kamar jenazah hanya bisa termenung berada di samping jenazah putrinya.
• Ingat Kasus Pembunuhan Bocah Kembar di Kota Kupang, Ini Perkembangan Terbarunya
Sebab, tidak punya firasat apa-apa bahwa putrinya akan meninggalkan untuk selamanya.

Korban Hadryil Choirun Nisaa semasa hidupnya (kiri) dan jasadnya di kamar mayat RSUD Ibnu Sina Gresik, Rabu (11/9/2019). (surya.co.id/istimewa/sugiyono)
"Nisa'a ini tulang punggung keluarga. Ayahnya sudah tidak ada. Anaknya saat kuliah sambil kerja.
Juga membiayai sekolah adiknya yang sekarang baru lulus SMA," kata Ibunda Nisa, panggilan akbrab korban, sambil disamping saudaranya.
• Terkait Kasus Pembunuhan Bayi Kembar di Oesapa Selatan, Ini Perkembangannya
Sebelum kejadian, Ibunda Nisa'a pada Selasa (10/9/2019), sore pukul 10.30 WIB tidak curiga dan tidak punya firasat apa-apa.

Sebab, anaknya pulang setelah mengantarkan teman kerjanya.
Kemudian, langsung keluar rumah lagi untuk menemui Ayub (Shalahuddin Al Ayyubi,red) di Cafe Penjara.
"Nisa'a juga tidak punya firasat apa-apa. Sebab, sudah kenal akrab dengannya.
Almarhum ayah Nisa'a juga pernah usaha bersama dengan bapaknya (Ayub,red).
Kemudian, kemarin Nisa'a juga usaha bareng di kafe itu dengan berjualan makanan. Jadi, tidak ada curiga sampa sekali," imbuhnya.
• Dewi Regina Ano Sempat Beli Permen Bersama Anak Kembar Angga Masus & Anggi Masus Sebelum Pembunuhan
Bahkan, Ibunda Nisa juga heran dengan perbuatan Ayub yang sudah niat menjebak anaknya.
Sebab, korban dibawakan kucing di kafe untuk memancing putrinya masuk ke kafe.
"Kok tega sekali. Padahal orang tuanya juga pernah usaha bersama almarhum Bapak Nisa'a," katanya, sambil tidak percaya bahwa putrinya akan diambil Yang Maha Kuasa untuk selama-lamanya.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro merilis pelaku pembunuhan pemilik Cafe Penjara beserta barang buktinya di Mapolres Gresik, Rabu (11/9/2019). (Sugiyono/Surya)
Bahkan, teman-teman kerja korban juga hadir di kamar jenazah RSUD Ibnu Sina untuk berbela sungkawa.
Teman-teman Nisa'a mengatakan bahwa korban seorang pekerja yang rajin dan ulet.
Sebab, selama 7 tahun bekerja dengan giat.
"Orangnya grapyak dan baik. Kemarin sore jam 16.00 WIB pulang kerja, kemudian mengantarkan temannya pulang ke rumahnya.
• Dr. Karolus Kopong Medan Pakar Hukum Pidana & Dosen Undana Kupang Soal Pembunuhan Anak Kembar
Sehingga kita masih tidak percaya atas musibah ini," kata teman kerja yang enggan menyebutkan namanyadi kamar jenazah RSUD Ibnu Sina.
Seperti diberitakan sebelumnya, Nisa tewas di tangan Ayub yang juga teman masa kecilnya.
Selain dibunuh, Ayub juga diduga memperkosa korban.
Motif dari pembunuhan tersebut karena Ayub terlilit utang dan ingin merampas harta milik Nisa.
(Sugiyono)
Sosok Pengusaha Wanita di Gresik Dibunuh Rekan Bisnisnya di Cafe Penjara Terungkap, Ini Modusnya!
Sosok Pengusaha Wanita di Gresik Dibunuh Rekan Bisnisnya di Cafe Penjara Akhirnya Terungkap.
Teka teki siap sosok pengusaha wanita di Gresik yang dibunuh rekan bisnisnya di Kafe Penjara, terjawab. Korban pembunuhan itu bernama Hadryil Choirun Nisa'a (25), warga Dusun Ngering, RT 2 RW I Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, yang menjadi korban pembunuhan ternyata seorang pengusaha kafe.
Korban menjalankan bisnis sebuah kafe bernama Cafe Penjara di Jalan Raya Cerme, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.
Naas, di kafe ini pula ia meregang nyawa di tangan rekan usahanya, yang juga mengelola kafe tersebut berinisial SA.
Jasad korban ditemukan di Cafe Penjara yang menjadi ladang usahanya.
Ibunda Nisa, panggilan akrabnya, menuturkan jika putrinya itu janjian bertemu dengan rekannya yang juga pengelola Cafe Penjara.
Sehingga ia tidak curiga kalau putri tercintanya akan dibunuh.
"Tidak curiga apa-apa. Kabarnya dia akan mengembalikan uang utang. Kemudian janjian di kafe. Sehingga tidak curiga, tapi nyatanya dibunuh," kata ibundanya Nisa di kamar jenazah RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik, Rabu (11/9/2019).
Ibu korban juga mengaku tidak punya firasat apa-apa.
"Saya juga tidak punya firasat apa-apa. Baru firasat tidak enak itu ketika saya WA (WhatsApp) hanya centang, biasanya cepat dibales," imbuhnya.
Ibunda Nisa juga mengaku kenal dengan pelaku pembunuhan SA.
"Pelaku juga teman bermain sejak kecil," katanya sedih.
Pamit Pergi ke Kafe Penjara
Kasus pembunuhan terjadi di wilayah Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Selasa (10/9/2019).
Korban diketahui bernama Hadryil Choirun Nisa'a (25), warga Dusun Ngering, RT 2 RW I Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.
Dari informasi yang dihimpun SURYA.co.id, pembunuhan di Cafe Penjara, Jalan Raya Cerme, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB.
Sebelum kejadian, korban sempat pamit kepada keluarganya sekitar pukul 18.30 wib.
Ia hendak menemui rekan usahanya di Cafe Penjara.
"Anaknya masih pakai seragam kerja. Habis Magrib keluar rumah untuk menemui teman usahanya," ujar sang ibunda saat menunggui jenazah putrinya di kamar mayat RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik, Rabu (11/9/2019).
Nyatanya, sampai malam hari, korban Hadryil Choirun Nisa'a tak kunjung pulang.
Sang ibunda yang menghubunginya via pesan WhatsApp hanya terkirim, tak terbaca.
Setelah upaya komunikasi via WhatsApp tak kunjung berhasil, ibunda korban meminta bantuan adik korban untuk mencarinya.
Namun, pencarian itu pun tak membuahkan hasil.
Hingga akhirnya, Rabu (11/9/2019) dini hari sekitar pukul 00.30 wib, ia dijemput Pak Lurah untuk diajak ke RSUD Ibnu Sinda Gresik.
"Awal infonya, anak saya kecelakaan," imbuhnya.
Betapa kagetnya ibu korban, saat mendapati kenyataan justru tubuh putrinya tergolek tak bernyawa di kamar jenazah.
Lebih kaget lagi saat ia mengetahui sang putri ternyata menjadi korban pembunuhan.
"Kok tega sekali pelakunya," ujarnya sembari menatap kain yang menutupi wajah putrinya.
Pelakunya Tertangkap
Sementara itu, Kapolsek Cerme AKP Iwan Hari Poerwanto menuturkan, pelaku pembunuhan tersebut sudah tertangkap.
Pelaku diduga teman usahanya dan akrab dengan korban. Korban diduga diperas harta bendanya.
"Pelakunya cepat ditangkap karena aksi pembunuhan ini selalu ada petunjuknya," kata Iwan melalui telepon selulernya.
Sampai saat ini, jenazah korban masih diotopsi di ruang kamar jenazah RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik.
Sedangkan ibunda korban saat mengetahui sosok pembunuhnya hanya bisa meratap.
"Padahal ia masih teman, dan saya anggap keluarga sendiri. Orangtuanya juga baik dan pernah usaha bersama dengan almarhum ayahnya," ucapnya terisak.
SADIS! Pengantin Pria Tewas Dibunuh di Depan Istrinya, Pelaku Cemburu Korban Nikahi Wanita Pujaannya
SADIS! Pengantin Pria Tewas Dibunuh di Depan Istrinya, Pelaku Cemburu Ditinggal Nikah Wanita Pujaannya
Pengantin pria di Malang tewas dibunuh di depan sang istri yang baru dinikahinya. Motifnya diduga pelaku cemburu wanita pujaannya dipersunting korban.
Warga Pemalang dihebohkan dengan aksi pembunuhan Aldi (25) di depan orang, yang dilakukan oleh seorang pria pada Jumat (6/9/2019).
Kejadian tersebut terjadi di Dukuh Penpen, Desa Mendelem Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang.
Pelaku bernama Arifin (25) merupakan warga setempat yang dikenal pendiam.
Lebih mengejutkan lagi, Arifin membacok korban di depan istri korban sendiri, Lastri.
Menurut postingan Facebook yang Viral dari unggahan Yuni Rusmini pada Jumat (6/9/2019), pelaku menebas leher korban di depan istrinya yang sedang mencuci pakaian.
Menurut pesan yang beredar, korban sedang menemani istrinya mencuci pakaian di sungai.
Korban yang sedang bermain ponsel di pinggir sungai didatangi pelaku dari belakang.
Tanpa rasa hati, Arifin langsung melukai leher korban menggunakan golok.
Lastri melihat kejadian tersebut teriak histeris.
Menurut postingan yang beredar, Arifin tega melakukan ini lantaran memiliki rasa pada Lastri, namun belum sempat dia mengungkapkannya.
Dibenarkan polisi
Kejadian ini langsung ditangani oleh Polsek Belik.
Kapolsek Belik, Iptu Trino W membenarkan kasus tersebut.
Iptu Trino W, menerangkan korban mengalami luka parah di bagian leher.
“Luka tebas di leher korban mencapai 20 sentimeter, bahkan kerongkongan korban putus. Kondisi itu membuat korban tak tertolong,” ucap Iptu Trino dilansir TribunJateng.com.
Dikutip dari Tribun Jateng, Taripah (51) warga Desa Mendelam, satu di antara saksi mata kejadian mengerikan tersebut.
“Saya juga sedang mencuci bersama istrinya, saat suaminya asik bermain telepon genggam,
pelaku datang dari belakang dan menebas leher korban menggunakan parang,” jelas Taripah.
Pengantin pria di Malang dan isterinya sebelum dibantai mantan pacar isteri (facebook)
Tarpiah juga menyebut jika Lastri teriak histeris melihat suaminya bersimbah darah.
“Namun saya menariknya dan saya bawa kabur melewati sawah.
Saya sempat melihat pelaku mencabut golok dari tubuh korban, bahkan saat darah keluar pelaku terus menatap wajah korban,” kata Taripah.
Taripah kenal dengan pelaku yang merupakan tetangga desa dari istri korban.
Taripah menyebut jika pelaku dan istri korban memang dekat, namun dirinya tidak terlalu paham bagaimana kedekatan keduanya.
“Terkait motif pembunuhan kami belum bisa memastikannya, kini pelaku sudah diamankan ke Mapolres Pemalang,” tambahnya.
Sementara keluarga pelaku telah menyerahkan Arifin pada pihak berwajib.
Orang tua Arifin juga pasrah jika harus dihukum, karena anaknya telah melakukan tindakan pembunuhan. (Tribunnews.com/ Siti Nurjannah Wulandari/ TribunJateng.com)
* SEDIH! Kisah Pria di Mamasa Ditinggal Nikah setelah Pacaran 7 Tahun, Menangis dan Terobos Kamar Rias
Kisah sedih datang dari seorang pria di Mamasa, Sulawesi Barat.
Pemuda bernama Aswar itu harus merelakan pujaan hatinya, Asni menikah dengan pria lain pilihan orang tua Asni.
Awalnya, Aswar bahkan tidak diberitahu jika gadis yang dipacarinya selama 7 tahun itu akan dinikahkan dengan orang lain.
Begitu mendengar Asni bakal menikah, Aswar pun nekat mendatangi rumah pacarnya di Tanatoa, Desa Kalimporo, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Senin (2/8/2019) siang.
Aswar bahkan menerobos masuk kedalam kamar tempat Asni dirias.

Aswar (kanan) menangis saat melihat kekasihnya menikah dengan pria lain (ikbal/tribunjeneponto.com)

Aswar ditenangkan keluarga (twitter @youthadrenalin)
Di dalam kamar rias, Aswar pun menangis, tak rela Asni menikah dengan orang lain.
Sebelumnya, ia bahkan sempat pingsan.
Orang-orang yang berada di sekitar Aswar pun mencoba menenangkan Aswar.
Aswar kemudian dibawa ke luar kamar.
Sementara Asni yang melihat Aswar menangis juga tak kuasa menahan air mata.
Video Aswar yang menangis di kamar rias pun viral di media sosial Twitter.
Video ini salah satunya diunggah oleh akun @youthdrenalin, Kamis (4/9/2019).
Terdapat dua video yakni saa Aswar berada di kamar rias dan saat di luar kamar.
Dikutip dari TribunJeneponto.com, tante Asni, Rahmi menjelaskan, Aswar tak mengetahui jika kekasihnya akan menikah dengan lelaki lain.
"Ini Aswar tidak na'tauki kalau mau'mi menikah Asni. Dia tiba-tiba datang dari Makassar dan langsung ke rumah bertepatan hari mappaccinna Asni," kata Rahma, Senin malam.
Dilansir wikipedia, dalam bahasa Bugis, mappacci atau mappepaccing merupakan suatu kegiatan atau aktifitas yang bertujuan untuk membersihkan segala sesuatu.
Menurut Rahmi, Aswar sebenarnya sudah disarankan agar tidak datang ke rumah Asni.
Aswar dikhawatirkan bakal membuat marah orang tua Asni jika nekat datang.
Namun, nyatanya Aswar tak mengindahkan saran itu dan tetap datang ke rumah Asni.
"Saat itu Aswar juga meminta diantar ke rumahnya Asni, tapi saya bilang jangan nanti dipukul sama keluarga, namun tetap'ji kesana menangis dan na'peluki orangtua laki-laki," tambah Rahma.
Rahma melanjutkan, hubungan Aswar dan Asni tidak berlanjut ke pelaminan salah satunya dikarena perbedaan agama.
Mereka bertemu di Makassar, jatuh cinta, dan pacaran selama hampir 7 tahun.
"Ini juga Asni tidak na'tanya Aswar bilang mau menikah, itu mi tiba-tiba datang dan menangis," tuturnya.(*)