Jumat, 15 Mei 2026

Tak Terima Dipukul, Pemuda 19 Tahun Membacok Warga Lainnya

Akibat tak terima dipukul, pemuda 19 tahun membacok warga lainnya, ini akibatnya

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Korban dan pelaku pembacokan terhadap warga di wilayah Pontianak Barat. 

Akibat tak terima dipukul, pemuda 19 tahun membacok warga lainnya, ini akibatnya

POS-KUPANG.COM | PONTIANAK - Tak terima dipukul karena kedapatan ngelem, seorang pemuda 19 tahun berinisial NY warga Kecamatan Pontianak Barat tega ayunkan parang ke seorang warga lainnya berinisial AS, Sabtu (8//9/ 2019) sekitar pukul 14.30 WIB.

Akibatnya, korban menderita luka menganga yang cukup lebar di bagian punggung belakang sebelah kanan.

Ibu Muda Diperkosa 5 Menit di Lapangan, Suami Tidak Berdaya! Nasib Pelaku Berakhir Tragis

Kasat Reskrim Polresta Pontianak AKP Rully Robinson Polii mengungkapkan bahwa di hari yang sama, ketika petugas Polsek Pontianak barat menerima laporan, unit Reskrim Polsek Pontianak Barat langsung meluncur dan mengamankan tersangka.

AKP Rully Robinson Polii menjelaskan kejadian ini bermula saat pelaku bersama seorang temannya kedapatan ngelem oleh korban dan seorang penjaga Depo di Jalan Kom Yos Sudarso, Sungai Jawi Luar Kecamatan Pontianak Barat pada Sabtu siang.

TRIBUN WIKI : Masyarakat Ramaikan Streef Food Swiss-Bellin Jadi Tempat Selfie

Saat pelaku yang masih dalam pengaruh lem berusaha kabur dengan cara berlari, korban bersama penjaga menangkapnya. Lantas pelaku dipukuli oleh keduanya.

Setelah berhasil melarikan diri, pelaku langsung pulang ke rumahnya untuk melaporkan pemukulan tersebut ke ayahnya.

Namun saat di rumah sang ayah sedang tidak berada di tempat. Iapun melihat tas pancing milik sang ayah.

Sepengatahuan si pelaku, bahwa di dalam tas tersebut ada sebilah parang.

Tak berpikir panjang, pelaku langsung mengambil parang tersebut dan menyelipkannya ke pinggangnya.

Lalu langsung kembali lagi ke lokasi di mana ia ''ngelem'' dan dipukuli oleh korban dan penjaga Depo.

Sesampainya di lokasi pelaku diregang oleh orang Depo, dan korban malah menghampiri pelaku lantas kembali memukuli pelaku.

Pelaku yang berontak pun akhirnya bisa lepas dari regangan orang Depo dan mengeluarkan parang yang dibawanya lalu mengejar korban.

"Saat pelaku sampai di depo kedua tangan pelaku diregang oleh orang depo dan korban menghampiri pelaku dan memukuli pelaku. Hingga akhirnya pelaku membrontak dan berbalik mengejarkan korban sambil mengeluarkan senjata tajam berupa parang yang diselipkannya di pinggang belakang," kata Kasat.

Alhasil sabetan parang pelaku pun mengenai punggung bagian kanan korban.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved