Renungan Harian Kristen Protestan

Renungan Kristen 6 September 2019 ''Idioten'' Kata yang Tepat untuk Para Pemabuk dan Simpatisannya

Renungan Kristen 6 September 2019 ''Idioten'' Kata yang Tepat untuk Para Pemabuk dan Simpatisannya.

Renungan Kristen 6 September 2019 ''Idioten'' Kata yang Tepat untuk Para Pemabuk dan Simpatisannya
Dok Pribadi/Mesakh A.P. Dethan
Renungan Kristen 6 September 2019 ''Idioten'' Kata yang Tepat untuk Para Pemabuk dan Simpatisannya 

Kinerja Para pemabuk bagi negara dan masyarakat sangat rendah bila dibandingkan dengan orang-orang yang tidak mabuk. 

Orang mabuk juga cenderung sakit-sakitan dan lemah bila dibandingkan dengan yang tidak.

Orang mabuk juga jalannya sangat lambat dn tanpa arah dan tujuan dan kehilangan orientasi dan arahnya. 

Pernah saya saksikan sendiri suatu waktu ada dua orang mabuk yang berada di tengah jalan menanjak . 

Mereka berdua bertengkar hebat, karena yang satu mengatakan arah jalan pulang mereka menanjak, sementara yang satunya katakan tidak arah jalan pulang mereka menurun.

Mereka bingung dan tidak lagi tahu arah pulang ke rumah mereka. Minuman alkohol telah merusak otak dan konsetrasi mereka.

Berdasarkan suatu penelitian terbaru minuman berakohol jika diminum hanya sedikit saja tidak masalah dan masih cukup berguna bagi tubuh, tetapi jika diminum secara berlebihan maka akan merusak otak manusia.

Otak manusia yang mengkonsumsi alkohol secara berlebihan cenderung lebih cepat tua dan rusak dari pada orang yang tidak minum alkohol.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan di The Lancet Public Health mengungkap, bahwa mengkonsumsi alkohol secara berlebihan dapat berkontribusi membuat saraf Anda rusak dan terkena penyakit demensia seperti Alzheimer (https://www.inews.id/lifestyle/health/hobi-minum-alkohol-merusak-saraf-otak).

Menurut Kemal Al Fajar (lihat https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/efek-alkohol-fungsi-otak/ ) efek alkohol pada manusia dapat menyebabkan berubahnya susunan kimia otak (alkhohol memicu perilaku agresif), meningkatnya risiko gangguan mood (meningkatkan resiko depresi, sulit mengatur waktu tidur dan keseimbangan energi tubuh), memicu psikosis dan perilaku berisiko (orang jadi tidak pikir panjang dan cenderung melakukan hal-hal yang berbahaya), merusak otak, khususnya bagian yang mengatur ingatan (karena otak berhenti memproses dan menyimpan informasi baru dalam ingatan).

Halaman
1234
Editor: maria anitoda
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved