Setelah Viral di Facebook, Bupati Tahun Jenguk Bocah Stunting, Gizi Buruk dan Gangguan Saraf

Setelah viral di Facebook, Bupati Tahun Jenguk Bocah Penderita Stunting, Gizi Buruk dan gangguan saraf

Setelah Viral di Facebook, Bupati Tahun Jenguk Bocah Stunting, Gizi Buruk dan Gangguan Saraf
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Marci Tefu (8) penderita gizi buruk, stunting dan gangguan saraf nampak terbaring lemah di atas tempat tidur dengan kondisi tubuh yang sangat kurus. 

Setelah viral di Facebook, Bupati Tahun Jenguk Bocah Penderita Stunting, Gizi Buruk dan gangguan saraf

POS-KUPANG.COM | SOE - Di tengah gencarnya Pemda TTS menyatakan perang melawan stunting dan kemiskinan, kasus stunting justru kembali terjadi dan menjadi viral di media sosial.

Mengetahui hal tersebut, Bupati TTS, Egusem Piether Tahun, Kamis (5/9/2019) pagi langsung menyempatkan diri melihat kondisi Marci Tefu (8) gadis asal Desa Nunususu, Kecamatan Kualin yang viral di media sosial karena mengalami stunting, gizi buruk dan gangguan saraf.

Secarik Kertas Goresan Aloysius Sebelum Gantung Diri di Maumere, Ini Isinya

Ditemui usai menjenguk Marci, Bupati Tahun mengatakan, pemerintah melalui Dinas Kesehatan, RSUD SoE dan Dinas Sosial akan melakukan penanganan untuk menyembuhkan Marci dan membantu keluarga Marci.

Ia mengaku, usai viral di Facebook, dirinya langsung menelpon Kepala Dinas Kesehatan untuk segera menghubungi Kapus Kualin agar segera membawa Marci ke RSUD Soe untuk ditangani lebih lanjut.

Kapolri Sebut Dua Organisasi dan Benny Wenda Dibalik Kerusuhan di Papua

Oleh sebab itu, usai dibawa ke rumah sakit dirinya langsung menyempatkan diri untuk menjenguk Marci di ruang melati.

"Ternyata Marci ini tahun 2014 sudah pernah masuk rumah sakit karena mengalami stunting dan gizi buruk. Setelah keluar dari rumah sakit, karena pihak keluarga tidak merawat dengan baik akhirnya kondisi Marci kembali memburuk. Saat saya lihat di Facebook kondisi Marci, saya langsung telepon ibu Kadis kesehatan untuk segera bawa Marci ke RSUD Soe," ungkap Bupati Tahun.

Ia menegaskan, pemerintah akan melakukan penanganan serius untuk menyembuhkan Marci. Ia kembali menegaskan pemerintah Kabupaten TTS komit untuk mengatasi masalah stunting dan kemiskinan di Kabupaten TTS.

"Saya sudah perintahkan direktur RSUD SoE, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial untuk tangani dengan baik pasien stunting. Rawat Marci dengan baik dan Dinas Sosial juga akan bantu keluarga Marci. Kasihan ini kakek dan neneknya yang rawat dia selama ini," ujarnya.

Untuk diketahui, saat ini ada tiga pasien stunting yang dirawat di RSUD SoE. Satu bayi baru lahir dengan berat hanya 1300 gram, satu bayi 9 bulan atas nama Nadia Kause dan ketiga, Marci Tefu gadis 8 tahun asal Desa Nunususu.

Dokter Herman Mella mengatakan, saat ini ketiga bayi sudah mendapatkan penanganan medis.

"Untuk saat ini ada tiga pasien stunting yang kita rawat di dua ruang berbeda. Satu bayi di ruang perinatologi dan dua pasien di ruang mawar," jelasnya. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved