Polri Tetapkan 62 Tersangka Terkait Kerusuhan Papua dan Papua Barat, Lihat Rinciannya

Kepolisian Republik Indonesia atau Polri telah menetapkan 62 tersangka terkait kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

ANTARA FOTO/Zabur Karuru/foc.(ANTARA FOTO/ZABUR_KARURU
Polisi menggiring salah satu tersangka kasus unjuk rasa Papua ketika olah TKP di Kota Jayapura, Papua, Minggu (1/9/2019). Polda Papua menetapkan 28 tersangka dalam kasus demo anarkis disertai perusakan, pembakaran, dan penjarahan di sejumlah wilayah Kota Jayapura. 

Unjuk rasa kemudian melebar ke Fakfak dan Timika, pada Rabu (21/8/2019). Demonstrasi di kedua tempat juga sempat terjadi kerusuhan.

Kemudian, kerusuhan juga terjadi di Deiyai pada Rabu (28/8/2019), dan di Jayapura pada Kamis (29/8/2019).

Aksi unjuk rasa ini merupakan dampak dari perlakuan diskriminatif dan tindak rasisme yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya, Malang dan Semarang, dalam beberapa waktu terakhir.

Sebelumnya diberitakan,  Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan melaksanakan tugas selama beberapa hari di Papua. Banyak beredar kabar jika keduanya akan berkantor di Papua. 

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih, Letkol CPL Eko Daryanto menjelaskan, kedatangan Panglima TNI lebih cenderung untuk melihat pelatihan penerbangan yang dilaksanakan pasukan Kostrad.

“Kebetulan ada program penerbangan oleh pasukan Kostrad di Papua, yakni di Jayapura dan Jayawijaya. Nanti beliau akan memantau langsung proses pelatihan,” ungkapnya, Senin (2/9/2019).

Akan tetapi, Eko Daryanto menegaskan Panglima TNI selaku penanggung jawab keamanan, tentunya akan meninjau langsung situasi keamanan di Papua, khususnya di Manokwari dan Kota Jayapura, pascademo anarkis, yang menimbulkan keresahan bagi banyak masyarakat.

 

Beliau tidak sampai sepekan di Papua. Hanya diperkirakan beliau bersama Kapolri akan memantau langsung situasi di sini,” katanya.

Eko Daryanto menjelaskan terdapat 700 Personel TNI yang didatangkan dari luar Papua untuk menjaga situasi keamanan khususnya di tempat-tempat objek vital.

“Prajurit kita sudah ditempatkan di daerah objek vital, seperti perbankan, lokasi pusat perekonomian, bandara, pelabuhan dan penyaluran BBM,” tukasnya.

Halaman
123
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved