Janji Jaksa dari Kejati NTT untuk Limpahkan Kasus Korupsi NTT Fair Minggu ini

Kejaksaan TInggi NTT dalam minggu ini akan melimpahkan BAP Kasus Korupsi NTT Fair meski saat ini ada tersangka yang mempraperadilkan Kejati NTT

Janji Jaksa dari Kejati NTT untuk Limpahkan Kasus Korupsi NTT Fair Minggu ini
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kasi Penkum Kejati NTT Abdul Hakim SH 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pelimpahan kasus korupsi NTT Fair akan dilaksanakan pada pekan ini. Meski pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) sedang dipraperadilankan oleh salah satu tersangka, namun proses itu akan tetap dilaksanakan.

Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Pathor Rahman melalui Kasi Penkum, Abdul Hakim, S.H, kepada di Kantor Kejati NTT pada Senin (2/9/2019) mengungkapkan akan segera merampungkan berkas dan melakukan pelimpahan ke pengadilan.

"Saat ini penyidik terus merampungkan dakwaan kepada enam tersangka yang terlibat dalam kasus yang merugikan negara lebih dari enam miliar itu. Kita akan segera limpahkan, kalau penyidik selesai dan bilang besok ya pasti besok kita limpahkan. Tetapi kemungkinannya dalam Minggu ini," ujarnya.
Ia mengatakan, meskipun saat ini sedang ada praperadilan tetapi proses perampungan kasus ini jalan terus.

Sapaan Khas Ile Ape Sambut Anggota DPRD Lembata

Heremias Dupa Pimpinan Sementara DPRD Matim

Abdul juga mengatakan, dalam sidang kedua praperadilan yang diajukan oleh tersangka YA yang dilaksanakan pada Senin (2/9/2019), pihak Kejati telah memberikan jawaban dan tambahan bukti kepada hakim dalam persidangan.

Bukti tersebut, lanjutnya berkaitan dengan segala prosedur yang telah dilaksanakan pihaknya dalam proses penetapan YA, kuasa pengguna anggaran dalam proyek NTT fair itu sebagai tersangka.
"Pokoknya kita sudah beberkan, kita lakukan penetapan sesuai prosedur. Kita lakukan penyelidikan dulu, pemeriksaan sebagai saksi, kita ekspos baru tetapkan tersangka," katanya.

Namun demikian, ia mengatakan bahwa pihaknya tetap menghargai dan menghormati apa yang disampaikan oleh pihak YA sebagai pelapor.

Sebelumnya diberitakan, Abdul Hakim mengatakan, dakwaan yang disiapkan tersebut sedang diuraikan karena berbeda-beda untuk enam tersangka yang saat ini sudah ditetapkan.

Enam tersangka tersebut telah ditetapkan oleh Kejaksaan Tinggi NTT secara bertahap pada 10 Juni 2019 yakni kuasa direktur PT Eka Cipta Puri, LL sebagai tersangka dan tanggal 14 Juni 2019 lima tersangka ditetapkan.

Tersangka tersebut terdiri dari HP sebagai pemilik bendera PT Eka Cipta Puri yang bertindak sebagai kontraktor pelaksana, BY pemilik bendera PT Dana Consultant dan FB selaku peminjam bendera konsultan pengawas serta YA kepala dinas PUPR NTT sebagai Kuasa Pengguna Anggaran dan DT sebagai PPK. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved