Masih Ingat Pembantaian di KM Mina Sejati? Satu Jenazah ABK Tersangkut Jaring Nelayan

Masih ingat pembantaian di KM Mina Sejati? satu jenazah ABK tersangkut jaring melayan

Masih Ingat Pembantaian di KM Mina Sejati? Satu Jenazah ABK Tersangkut Jaring Nelayan
KOMPAS.com/Dok Kabid Humas Polda Maluku
Satu jasad Anak Buah Kapal (ABK) KM Mina Sejati yang teridentifikasi bernama Riri Prasetyo dibawa ke Pelabuhan Dobo, Kepulauan Aru, Maluku, Senin (2/8/2019) 

Masih ingat pembantaian di KM Mina Sejati? satu jenazah ABK tersangkut jaring melayan

POS-KUPANG.COM | AMBON - Satu lagi jasad seorang Anak Buah Kapal ( ABK) korban pembantaian di KM Mina Sejati dibawa ke Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku.

ABK korban pembantaian yang teridentifikasi bernama Riri Prasetyo ini dibawa dengan kapal nelayan ke Dobo, setelah ditemukan tersangkut jaring nelayan di peraiaran Kepulauan Aru pada Minggu (1/9/2019).

Jadi Calon Wakil Bupati Mabar, Blasius Jeramun: Kami Mulai Lobi Golkar dan Demokrat

"Iya, satu korban KM Mina Sejati kembali ditemukan dan baru dievakuasi pagi tadi di Dobo," kata Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Adolof Bormasa saat dikonfirmasi dari Ambon, Senin (2/9/2019).

Adolof mengungkapkan, setelah dibawa ke Pelabuhan Yos Sudarso Dobo, jasad ABK tersebut langsung dibawa ke RSUD Cenderawasih Dobo untuk diotopsi.

Sebelumnya tim SAR gabungan dari Polres Kepulauan Aru, Polairud Polda Maluku dan TNI AL dari Lanal Aru juga menemukan dua jenazah ABK KM Mina Sejati di perairan laut Aru saat menggelar operasi pencarian.

HEBOH! Video Mesum Mahasiswi Berzina Beredar, Ternyata Pemerannya Model dan Selebgram Banjarmasin

Dengan ditemukannya satu jasad bernama Riri Prasetyo tersebut maka ABK KM Mina Sejati yang masih dinyatakan hilang tersisa 20 ABK termasuk di dalamnya tiga pelaku pembantaian.

Diberitakan sebelumnya, insiden perkelahian yang berujung pada aksi pembantaian di KM Mina Sejati terjadi pada Sabtu (17/8/2019) saat kapal sedang berada di perairan Kepulauan Aru.

Insiden itu dipicu oleh perkelahian antara sesama ABK saat sedang memancing cumi di atas kapal.

Dari total 36 ABK dan nahkoda di atas kapal, 13 orang memilih melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.

Dari jumlah 13 ABK yang melompat itu dua diantaranya ditemukan tewas dengan luka bacok, sedangkan 11 lainnya selamat.

Adapun 23 ABK lainnya sempat dinyatakan hilang saat insiden itu terjadi. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved