Stefanus Bria Seran: Pemerintah Jangan Bosan Mendorong Masyarakat Optimalkan Lahan

Stefanus Bria Seran: Pemerintah Jangan Bosan Mendorong Masyarakat Optimalkan Lahan

Stefanus Bria Seran: Pemerintah Jangan Bosan Mendorong Masyarakat Optimalkan Lahan
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran saat berdiskusi dengan pimpinan perangkat daerah dan kepala desa di Pantai Motadikin, Sabtu (31/8/2019). 

Stefanus Bria Seran: Pemerintah Jangan Bosan Mendorong Masyarakat Optimalkan Lahan

POS KUPANG.COM| BETUN - Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran terus mengingatkan jajaran pemerintah mulai dari kabupaten hingga desa untuk tidak bosan-bosan mendorong masyarakat agar mengoptimalkan lahan pertanian.

Pasalnya, kapital paling besar yang dimiliki masyarakat Malaka adalah tanah. Setiap kepala keluarga (KK) paling sedikit memiliki tanah satu hektare bahkan lebih.

Sesungguhnya masyarakat yang memiliki tanah satu hektare sudah termasuk orang kaya. Hanya saja tanah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan pendapatan. Untuk itu, tugas pemerintah adalah mendorong masyarakat agar mengoptimalkan lahan yang dimiliki.

SMAK Santo Agustinus Raimanuk-Belu Mendapat Izin dari Kementerian Agama

Bupati Stefanus Bria Seran mengatakan hal itu dalam diskusi bersama pimpinan perangkat daerah dan para kepala desa di Pantai Motadikin, Sabtu (31/8/2019). Diskusi ini dilakukan usai olahraga bersama di Pantai Motadikin, Desa Fahiluka Kecamatan Malaka Tengah.

Diskusi ini penting dilakukan karena saat ini masyarakat Malaka sedang mempersiapkan lahan menyosong musim tanam pertama (MT1). Sebagai kepala daerah dan juga pemimpin, Stefanus Bria Seran perlu mengingatkan jajarannya agar memberikan perhatian serius selama momen musim tanam. Hal ini juga berkaitan dengan pelaksanaan program RPM.

Jelang Pelantikan 40 Anggota Baru, Sekretariat DPRD Kupang Benahi Gedung Dewan

Pada kesempatan itu, Bupati Stef mengemukakan bahwa masyarakat Malaka termasuk orang kaya karena memiliki tanah banyak. Setiap kepala keluarga paling sedikit memiliki tanah satu hektare bahkan lebih. Luas tanah seperti ini sudah termasuk kaya.

Karena jika dibandingkan dengan di kota besar, tanah ukuran dua kali 20 meter saja sudah termasuk orang kaya dan bisa mendapatkan penghasilan yang besar setiap bulannya lewat usaha seperti kos-kosan.

"Kalau di kota besar punya tanah ukuran 2 kali 20 meter itu sudah termasuk kaya dan bisa mendapatkan pengahsilan dengan membangun kos dan lainnya", kata Bupati Stef,

Lanjut Bupati Stef, sebenarnya masyarakat Malaka termasuk kaya karena memiliki tanah banyak, hanya saja pemiliknya belum mengolah secara optimal agar bisa meningkatkan pendapatan.

"Sebenarnya masyarakat Malaka termasuk kaya karena punya tanah banyak. Tinggal bagaimana pemilik tanah bisa mengolahnya agar bisa meninggkatkan pendapatan", tambah Bupati pencetus program RPM ini.

Bupati Stef mengatakan, Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) merupakan gagasan cerdas pemerintah untuk membantu masyarakat dalam mengola lahan pertanian demi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Malaka. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved