Rencana Kenaikan Iuran BPJS, Begini Tanggapan Peserta Mandiri di Kupang

Peserta BPJS Kesehatan kelas 3 dari jalur BPJS mandiri di Kupang, Provinsi NTT mengakui kenaikan nominal iuran BPJS memberatkan masyarakat

Rencana Kenaikan Iuran BPJS, Begini Tanggapan Peserta Mandiri di Kupang
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Peserta BPJS Mandiri Kelas 3, Aranci Manneo (36), warga Barate, Desa Fatuleu Barat, Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG – Peserta BPJS Kesehatan kelas 3 dari jalur BPJS mandiri di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) mengakui kenaikan nominal iuran BPJS memberatkan masyarakat.

Rencana kenaikan iuran ini telah disampaikan pemerintah melalui Kementrian Keuangan. Pemerintah akan menaikan iuran BPJS kesehatan untuk semua golongan baik penerima iuran bantuan (PIB) maupun umum atau mandiri per tanggal 1 September 2019.

Aranci Manneo (36), warga Barate, Desa Fatuleu Barat, Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang ketika berbincang dengan POS-KUPANG.COM di RSUD Prof Dr Johannis pada Sabtu (31/8/2019) mengatakan bahwa kenaikan iuran itu memberatkan.

BREAKING NEWS: Padang Savana di Rendu Nagekeo Ludes Terbakar

“Kalau naik lagi itu pasti berat, apalagi buat kami. Suami hanya buruh bangunan,” ujar Aranci yang mengaku menjadi peserta BPJS mandiri bersama suami dan anaknya.

Aranci mengakui bahwa selama ini keluarganya rutin membayar iuran BPJS setiap bulannya untuk tiga anggota keluarga, ia, suaminya Abeth Nokas (45) dan satu anak mereka yang berusia empat tahun. Sebagai peserta BPJS mandiri kelas 3, ia mengaku membayar setiap bulannya sebesar Rp 75 ribu.

Ini Sambutan SBY Seusai Pemakaman Ibunda Siti Habibah di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan

“Kalau naik lagi, pasti susah. Tapi ini kebutuhan jadi harus usaha buat bayar,” ujar pasien cuci darah ini.

Ia bahkan mengaku, hampir selama dua tahun ia rutin melakukan cuci darah di RSUD Prof Dr Johannis. Dalam seminggu ia dijadwalkan dua kali melakukan cuci darah.

“Saya bersyukur, karena ada BPJS jadi saya tidak bayar. Kalau tidak ada BPJS, ini biayanya Rp 1 juta lebih,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan, Seth Oematan (50), warga Kelapa Lima Kota Kupang. Ia mengaku baru mendengar informasi terkait rencana kenaikan iuran BPJS.

Terhadap renana kenaikan ini, ia mengatakan bahwa sebagai warga masyarakat tidak dapat berbuat apa apa. Namun menurutnya jika kenaikan dilakukan sekaligus sebesar dua kali lipat dari biaya awal maka harusnya dipertimbangkan lagi.

“Kita tidak bisa buat apa apa, tetapi kalau naik begini memberatkan kita. Apalagi kalau dalam KK banyak anggota, harusnya tidak langsung begitu,” katanya.

Seth mengaku bahwa ia memiliki enam anggota keluarga sebagai tanggungan yang harus dibiayai.

“Kalau enam orang berarti kami bayar Rp 252ribu perbulan, padahal sebelumnya hanya bayar Rp 150ribu,” katanya.

Sebagaimana diberitakan, Pemerintah mengusulkan kenaikan iuran BPJS untuk kelas 1 peserta umum (non PBI) mencapai Rp. 160 ribu/bulan/jiwa dari sebelumnya Rp 80 ribu/bulan/jiwa. Sedang untuk kelas 3 baik PBI maupun non PBI naik menjadi Rp 42 ribu/bulan/jiwa dari sebelumnya Rp 25 ribu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved