Bahaya Mengancam! Di Lembata Warga Tebang Bakau Untuk Kayu Api

kejadian memprihatinkan ini sudah terjadi sebelum 17 Agustus 2019 sampai saat ini. Hutan bakau di Wailolong memang sangat lebat. Luasnya 50×100 mete

Bahaya Mengancam! Di Lembata Warga Tebang Bakau Untuk Kayu Api
Foto/DokumentasTSB Desa Wailolong/Warga Wailolong,
Foto/Dokumentasi Foto/Dokumentasi TSB Desa Wailolong/Warga Wailolong, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata menebang pohon bakau (mangrove) untuk dijadikan kayu bakar di rumah mereka atau dijual lagi.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA-Warga Wailolong, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata menebang pohon bakau (mangrove) untuk dijadikan kayu api di rumah mereka atau dijual lagi.

Kejadian ini dilaporkan oleh anggota Tim Siaga Bencana (TSB) Desa Wailolong, Abubakar Tugul Nihan kepada Pos Kupang, Kamis (29/8/2019).

Menurut Abubakar, kejadian memprihatinkan ini sudah terjadi sebelum 17 Agustus 2019 sampai saat ini.
Hutan bakau di Wailolong memang sangat lebat. Luasnya 50×100 meter.

Dia mengakui kesadaran masyarakat untuk menjaga dan melestarikan tanaman pencegah abrasi ini memang masih sangat kurang.

Warga Ende Dikeroyok Hingga Tewas, Ini Kronologinya

"Awalnya kami sudah tegur namun tidak mau diindahkan. Penebangan bakau itu untuk jual kayu api."
Pemerintah Desa Wailolong sudah mengimbau dan menegur warga yang menebang hutan mangrove. Namun sayang pelaku masih juga melakukan aksi tak terpuji itu.

Kepala Desa Wailolong, Mahmudin Jufri, tak menampik ada warga desanya yang membabat pohon bakau untuk keperluan kayu api atau kayu bakar.

"Kami baru tahu juga jadi kami sudah buat peneguran di orangnya, dan dari bhabinkambtibmas juga sudah. Sekarang sudah tidak lagi," sebutnya ketika dihubungi, Jumat (30/8/2019).

BREAKING NEWS - Diduga Takut Polisi, Pengendara di Kabupaten Ngada - NTT Terjunkan Mobil ke Jurang

Dikatakannya, warga pelaku penebangan bakau itu ada dua orang. Tetapi pelaku yang pertama sudah ditegur dan tidak menebang lagi. Sedangkan, kejadian kedua ini orang yang berbeda.

Judri menyebut para pelaku memang tidak tahu kalau tanaman bakau itu dilindungi dan dilarang tebang untuk alasan apapun. Jika tertangkap bisa dikenai sanksi pidana.

Menurutnya, meski sempat ditebang, lahan bakau di wilayahnya masih cukup luas dan lebat.

Pemerintah desa tahun lalu melalui Karang Taruna sudah mengalokasikan dana sebesar enam juta lebih dari APBDes untuk penanaman anakan bakau. Tahun ini, akan ada seribu pohon yang akan ditanam lagi.

"Untuk pemeliharaan belum ada (alokasi) untuk pemeliharaan."
Tim Siaga Bencana Desa Wailolong juga rutin melakukan pengawasan bakau dan sosialisasi agar warga tidak sembarang menebang pohon bakau. (*)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved