Warga Ende Dikeroyok Hingga Tewas, Ini Kronologinya

Rikar Edison Wole, (36) pekerjaan buruh bangunan yang beralamat di Lorong Dolog Jalan. Ahmad Yani, Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan, Kabupa

Warga Ende Dikeroyok Hingga Tewas, Ini Kronologinya
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Kapolres Ende, AKBP Achmad Muzayin 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE--- Rikar Edison Wole, (36) pekerjaan buruh bangunan yang beralamat di Lorong Dolog Jalan. Ahmad Yani, Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, tewas setelah dikeroyok pada, Kamis (29/8/2019) pukul 02.00 Wita.

Informasi yang didapatkan dari Kapolres Ende, AKBP Achmad Muzayin, Jumat (30/8/2019) mengatakan telah terjadi tindak pidana pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Adapun kronologis kejadian pada, Kamis (29/8/2019) sekitar jam 02.00 wita bertempat di Lingkungan Kuru ( (belakang sekolah SLB), Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, terjadi tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal, atas nama, Rikar Edison Wole, (36) pekerjaan buruh bangunan yang beralamat di Lorong dolog Jalan. Ahmad Yani, Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, yang dilakukan oleh Indra alias Boger cs.

Runtutan kejadiannya adalah bahwa pada, Rabu, (28/8/2019) sekitar pukul 02.00 wita dilakukan pesta pernikahan dan selajutnya pada, Kamis, (29/8/2019) sekitar pukul 02.00 wita saat pesta masih berlangsung terjadi keributan antara korban dengan salah satu terduga pelaku atas nama Rudi (mantan Narapidana yang baru keluar dari lapas kurang lebih 6 bulan) tiba – tiba datang pelaku lainnya atas nama Indra Alias Boger (saudara kandung Rudi) bersama temannya melakukan pengeroyokan terhadap korban, yang tidak lama kemudian korban terjatuh dengan banyak mengeluarkan darah, dan para pelaku langsung melarikan diri.

Dikatakan melihat kejadian tersebut masyarakat langsung membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan namun korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Korban mengalami luka tusuk akibat benda tajam pada bagian leher sebelah kiri tembus belakang dan punggung bagian kiri, serta luka gores pada hidung.

Jenazah korban selanjutnya disemayamkan di rumah duka di Lorong Dolog Lingkungan Hau, Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende.

Dikatakan tindakan kepolisian dalam menyikapi kejadian tersebut adalah menerima laporan dan meminta Visum serta melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan dan barang bukti dan mengamankan pelaku.

Kapolres Achmad mengatakan luka yang dialami korban diduga terkena tusukan pisau yang sesuai informasi yang diperoleh dilakukan oleh Indra.

Salah satu pelaku aatas nama Rudi saat ini telah diamankan di Mapolres Ende sementara pelaku lainnya termasuk yang diduga melakukan penusukan atau penikaman atas nama Indra masih dalam pencarian.

Kapolres Achmad mengatakan pengeroyokan tersebut terjadi dikarenakan salah paham diantara korban dan pelaku yang diduga dipengaruhi minuman beralkohol.

Terhadap kejadian itu keluarga korban menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian dan mengharapkan pelaku dapat diberikan hukuman yang sesuai dengan perbuatannya.

Kapolres Achmad menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mengkonsumsi minuman keras karena selain dapat merusak kesehatan juga merusak mental sehingga sangat berpotensi memunculkan tindak pidana.
“Sekali lagi jauhi miras untuk Kamtibmas Kabupaten Ende yang kondusif,”kata Kapolres Achmad. (*)

POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
Kapolres Ende,Achmad Muzayin.

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved