Senin, 13 April 2026

Negara G7 Belajar Tetang Kedamaian di Perbatasan Indonesia-Timor Leste

-Perbatasan negara Indonesia dan Timor Leste dinilai sebagai perbatasan teraman di dunia. Hal ini mendorong negara yang tergabung dalam grup G7+ yang

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
FOTO BERSAMA--Delegasi negara G7 foto bersama dengan pejabat negara Indonesia di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Rabu (28/8/2019). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA---Perbatasan negara Indonesia dan Timor Leste dinilai sebagai perbatasan teraman di dunia. Hal ini mendorong negara yang tergabung dalam grup G7+ yang beranggotakan Afrika Tengah, Burundi, Sudan Selatan, Guinea Bissau, Liberia, Filipina dan Timor Leste berkunjung ke Indonesia tepatnya di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Rabu (28/8/2019).

Tujuan dari kunjungan Negara G7+ tersebut untuk melihat langsung kondisi perbatasan RI-Timor Leste, aktivitas pelintas batas, dan aktivitas ekonomi di perbatasan.

Mereka juga ingin belajar mengenai kerukunan kedua negara dalam menjaga keamanan di wilayah perbatasan. Pasalnya semua anggota negara G7+ terkecuali Timor Leste hingga saat ini masih dilanda konflik berkepanjangan.

Perwakilan Negara G7+ yang hadir yakni, Menteri Sosial Afrika Tengah, HE Virginie Baikova, Mr. Bienvenu Herve Kovongbo, Direktur Multilateral Cooperation Afrika Tengah, Ambasador Ruzoviyo Guilliaume, Presiden of the Nations Unity and Reconcilliation, Mr. Edward Mubah, Executive Director of Liberia Peace Building Office, Rambang Luth dan Augusto Jr. Nelmida Miclat, dan Executive Director Initiatives for International Dialogue Filipina.

Percepat Pembangunan Perbatasan Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT Kerja sama UKAW

Kunjungan delegasi Negara G7 tersebut diterima oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay bersama Forkopimda didampingi Dubes Indonesia untuk Timor Leste, Sahad Sitorus.

Bupati Willybrodus Lay mengatakan, masyarakat Indonesia khususnya Kabupaten Belu memiliki ras, budaya, dan bahasa yang sama dengan Timor Leste serta masyarakat kedua negara hidup berdampingan secara damai.

"Masyatakat Timor Leste dan Indonesia memiliki banyak kesamaan baik dalam bahasa maupun budaya. Kesamaan tersebut yang menjadi kekuatan untuk hidup saling berdampingan di daerah batas tanpa adanya konflik meski berbeda negara", ungkap Willy Lay.

Lanjut Willy Lay, Pasca Referendum 1999 silam, Komisi Kebenaran dan Perdamaian (KKP) terus berperan menjaga stabilitas negara. Pemerintah kedua negara terus meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, sosial, budaya, olahraga dan musik.

"Kami terus meningkatkan kerjasama dalam bidang ekonomi, sosial, budaya serta olahraga dan konser musik perbatasan dan festival budaya yang melibatkan warga dari kedua negara," tutur Bupati Willy Lay.

Bupati Distrik Bobonaro, Timor Leste, Severino Soares dos Santos mengungkapkan, kondisi masyarakat di wilayah perbatasan Timor Leste dan Indonesia dalam keadaan yang kondusif dengan menjalani rutinitas masing-masing.

"Batas administrasi negara bukan penghalang bagi kami untuk berpartisipasi dengan masyarakat Indonesia di wilayah perbatasan, dan kami rutin mengikuti kegiatan di Indonesia maupun sebaliknya, serta kami juga selalu bersama menjaga wilayah perbatasan tetap damai, aman dan kondusif, serta hubungan yang terjalin antara Timor Leste dan Indonesia sangat harmonis," ungkap do Santos.

Anggota KKP Timor Leste, Hugo Fernandes dalam narasinya mengatakan, Komisi Kebenaran dan Perdamaian Indonesia dan Timor Leste telah bekerja dan berjanji untuk tidak mengulangi sejarah kelam yang terjadi pasca referendum.

Kedua negara telah menerima dengan kelapangan jiwa dan kerendahan hati atas hal-hal yang terjadi masa lalu. Sejarah yang terjadi harus menjadi landasan untuk maju kedepan untuk kedua negara, baik Indonesia maupun Timor Leste.

Menurut Hugo, delegasi negara G7 diundang oleh pemerintah Timor Leste untuk mengunjungi wilayah perbatasan RI-RDTL sekaligus belajar tetang kerukunan dan kedamaian yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved