Breaking News

IDI NTT Peringkat Tiga Nasional

Indeks Demokrasi Indonesia ( IDI) Provinsi NTT tahun 2018 menempati urutan tiga nasional. Angka IDI NTT mencapai 82,32 poin.

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Sekda NTT, Ben Polo Maing pose bersama Kepala Badan Kesbangpol NTT, Johanna E Lisapaly, Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaellapia dan pemateri serta peserta seminar IDI NTT di Aula BPS NTT, Selasa (27/8/2019) 

POS-KUPANG.COM |KUPANG - Indeks Demokrasi Indonesia ( IDI) Provinsi NTT tahun 2018 menempati urutan tiga nasional. Angka IDI NTT mencapai 82,32 poin.

Hal ini disampaikan Sekda NTT, Ir. Ben Polo Maing pada Seminar Hasil IDI NTT Tahun 2018 di Aula BPS NTT, Selasa (27/8/2019).

Zulkifli Hasan Dorong IARMI NTT Bentengi Negara dari Radikalisme

Menurut Polo Maing, IDI NTT tahun 2018 menempati urutan tiga nasional. Peringkat ini ditetapkan oleh BPS pusat

"Jadi IDI NTT tahun 2018 ,oleh BPS Pusat menempatkan IDI NTT pada peringkat tiga nasional," kata Polo Maing.
Dijelaskan, IDI NTT sejak tahun 2009 hingga tahun 2017 menunjukkan trend yang fluktuatif. Ada Naik ,ada turun dan terus ada pada kategori sedang. Pada tahun.

Ketua PMI NTT Apresiasi Safety Riding MPM Motor Kupang

2013 ada pada peringkat pertama angka 73 .29 poin dari standar nasional. Pada 2016 angka IDI NTT mencapai 82 ,dengan kategori baik dari standar nasional 70.09 poin dan menematkan pada peringkat tiga. Sedangkan pada
2017, IDI NTT turun lagi ke peringkat 13.

Dikatakan, secara nasional IDI ditetapkan sebagai salah satu alat ukur pencapaian politik ,yang ditetapkan dari tiga aspek, yakni aspek kebebasan sipil, hak politik dan kelembagaan demokrasi yang selanjutnyaa dikolaborasi dalam 11 variabel dan 28 indikator.

Dikatakan, untuk mengukur perkembangan demokrasi di Indonesia,maka IDI merupakan salah satu alat ukur demokrasi yang bertanggungjawab.

Dikatakan, ada tiga aspek yang diukur, yakni ada adanya kebebasan sipil di luar publik yang sungguh -sungguh bersandar pada nilai dan norma serta etika.

"Terpeliharanya hak-hak politik warga negara secara adil dan bertanggungjawab serta adanya kelembagaan demokrasi yang bekerja dan berfungsi optimal," katanya.

Seminar ini menghadirkam pembicara antara lain, Kepala Badan Kesbangpol NTT, Johanna E. Lisapaly, Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaellapia , Ahmad Atang,John Tuba Helan dan Yusuf Kuahaty,SU . Acara ini dipandu oleh Loucy Hermanus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved