Misteri Kematian Sekretaris Desa di TTU, Keluarga Minta Polisi Outopsi Ulang Jenazah 

keluarga almarhum Siprianus Kosat (40), Sekretaris Desa Oenak Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT meminta pihak kepolisian untuk menga

Misteri Kematian Sekretaris Desa di TTU, Keluarga Minta Polisi Outopsi Ulang Jenazah 
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Zakarias Eli Kosat, kakak kandung almarhum Siprianus Kosat saat berada di Kupang          

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pihak keluarga almarhum Siprianus Kosat (40), Sekretaris Desa Oenak Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT meminta pihak kepolisian untuk mengautopsi ulang jenazah almarhum untuk membongkar tabir misteri yang diyakini keluarga masih menyelimuti peristiwa duka itu. 

Pihak keluarga almarhum juga meminta pihak kepolisian untuk memanggil dan meminta kembali keterangan dari Alexandro D. Kaesmuti, warga Seongkoa Desa Fatumuti Kecamatan Noemuti yang diyakini keluarga sebagai saksi kunci dari peristiwa kematian sekretaris desa itu. 

Hal ini diungkapkan oleh kakak kandung almarhum, Zakarias Eli Kosat kepada wartawan di Kupang.

Mantan anggota DPRD Kota Kupang Dapat Ucapan Terima Kasih Tanpa Cinderamata, Ini Alasannya

3 Pemain Persib Bandung Salah hingga Terjadi Gol Badak Lampung FC, Bojan dan Jupe? Ini Fotonya

Siprianus Kosat (40) warga Desa Oenak, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT meninggal dunia di RSU Leona Kefamenanu pada 19 Juni 2019 pukul 03.30 Wita setelah ditemukan dalam kondisi sekarat di Desa Fatumuti pada 18 Juni 2019 tengah malam. 

Berdasarkan hasil olah lokasi tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, polisi menyatakan bahwa korban meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal di lokasi tersebut. 

Namun demikian, menurut Zakarias, pihak keluarga memiliki keyakinan bahwa almarhum meninggal bukan karena kecelakaan tetapi akibat penganiayaan. Keyakinan keluarga ini diperkuat ketika membandingkan luka korban dengan kondisi sepeda motor yang dikendarainya.

Pihak keluarga, lanjutnya, juga mempertanyakan Aleks yang mengaku menjadi korban tabrakan tetapi tidak mengalami luka bakhan ia yang melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi. 

“Alexander ini yang melaporkan ke polisi bahwa korban yang menabraknya malam itu,” ujar kakak Zakarias.

Ia mengatakan, pihak keluarga menduga Alexander merupakan penyebab kematian korban, sehingga meminta pihak kepolisian mendalaminya kesaksiannya sebagai  kunci dalam proses penyelidikan. Ia juga meminta polisi terus menggali keterangan dari saksi-saksi lainnya guna mengungkap penyebab kematian korban.

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved