Tarian Sole Oha Buka Festival 3 Gunung Lembata

Atraksi Tarian Sole Ohe yang dibawakan oleh Sanggar Tugunuan dari Desa Watodiri, Kecamatan Ile Ape menjadi puncak kemeriahan acara pembukaan Festival

Tarian Sole Oha Buka Festival 3 Gunung Lembata
Foto/Ricko Wawo/
Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday memukul gong tanda dibukanya Festival 3 Gunung di Bukit Cinta Lembata, Senin (26/8/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA-Atraksi Tarian Sole Ohe yang dibawakan oleh Sanggar Tugunuan dari Desa Watodiri, Kecamatan Ile Ape menjadi puncak kemeriahan acara pembukaan Festival 3 Gunung di Kawasan Bukit Cinta Lembata, Senin (26/8/2019) petang.

Sebanyak 104 anggota sanggar yang kebanyakan adalah orangtua itu berhasil menghibur warga yang memenuhi salah satu lokasi wisata favorit di Kabupaten Lembata tersebut

. Tak hanya Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, Penjabat Sekda Lembata, Anthanasius Aur Amuntoda dan jajaran Forkopimda lingkup Pemkab Lembata, warga yang sebelumnya duduk di tribun pun turut bergabung dalam lingkaran tarian khas masyarakat Lamaholot ini.

Pin Emas Pinjaman Disematkan Kepada Dua Perwakilan Anggota DPRD Kota Kupang 

Ketua Sanggar Tugunuan Nadus Butu mengaku sangat bangga dan puas dengan penampilan mereka. Apalagi, tarian mereka disambut langsung oleh warga dan peserta festival.

Sole Oha sendiri adalah tarian kebersamaan yang melibatkan puluhan hingga ratusan orang. Dengan kaki yang menghentak, mereka saling bergandengan tangan, berbaris berbentuk lingkaran, dan berbalas pantun dan syair dalam bahasa Lamaholot.

"Syair-syair itu tentang NKRI harga mati dalam konteks nasional dan dalam konteks Lembata itu adalah Taan Tou (semangat kebersamaan), menjalin persatuan dan kesatuan, jangan ada keretakan di antara kita," tandas Nadus.

Menurut dia, makna Sole Oha itu bukti kalau masyarakat tidak mau tercerai berai karena alasan apapun. Semangat Taan Tou itu harus diwujudnyatakan dalam keseharian hidup sehari-hari.

"Luar biasa sekali hari ini karena bukan hanya kami saja tapi juga masyarakat. Saya berbangga sekali karena teman-teman yang bukan anggota, mereka tetap ikut juga."

Pada acara puncak nanti, sanggar Tugunuan juga akan menampilkan atraksi tarian Dana dan tarian masak garam sesuai dengan kekhasan desa tematik Watodiri yakni desa penghasil garam.

Senada dengan Nadus, Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, menguraikan Sole Oha adalah tarian pemersatu (Taan Tou) yang menggambarkan amanah leluhur Lembata bahwa modal utama pembangunan adalah persatuan dan kebersamaan.

"Taan Tou itu membentuk sebuah lingkaran besar, bergotong royong, bersama sama membangun Lembata."
Pesan dari tarian ini, lanjut Wabup Langoday, adalah dalam pembangunan perlu ada kerja sama semua elemen dan komunitas.

"Tidak ada gunannya kita tercerai berai, kita harus bersatu," pungkasnya.

Keterangan Foto/Ricko Wawo/Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday memukul gong tanda dibukanya Festival 3 Gunung di Bukit Cinta Lembata, Senin (26/8/2019).

Kemudian bersama masyarakat, sanggar Tugunuan dan jajaran Forkopimda, Wabup Langoday ikut dalam atraksi tarian Sole Oha atau tarian persatuan Masyarakat Lamaholot. (*)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved