Desa Boafeo Ende Kini Miliki PLTS Atap

IESR menangani proyek percontohan penyediaan akses energi di Desa Boafeo, Kabupaten Ende, NTT.

Penulis: Romualdus Pius | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
PLTS Di Desa Boafeo, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Sabtu (24/8/2019). 

POS-KUPANG.COM | ENDE - Institute for Essential Services Reform ( IESR) bekerja sama dengan Catholic Agency for Overseas Development/CAFOD (bermarkas di Inggris) melakukan proyek percontohan penyediaan akses energi dengan menggunakan perangkat Energy Delivery Model (EDM) di Desa Boafeo, Kabupaten Ende, NTT.

Proyek ini dimulai sejak tahun 2016 dan pada Sabtu, (24/8/2019) IESR secara resmi menyerahkan instalasi pembangkit listrik surya atap ( PLTS Atap) yang telah dipasang di SD Katolik Boafeo beserta alat bantu belajar mengajar kepada masyarakat Boafeo sebagai salah satu perwujudan solusi penyediaan energi perdesaan.

SMAK Santa Teresa Mukureku Ende Mulai Beroperasi

"Pemasangan instalasi PLTS atap ini merupakan langkah awal implementasi EDM dan Boafeo menjadi desa pertama di Indonesia yang kami jadikan percontohan. Kami berharap energi surya yang tersedia di SDK Boafeo ini dapat mendorong semangat anak-anak untuk belajar, mempermudah proses belajar mengajar, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas pendidikan mereka," kata Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif IESR, dalam sambutannya di acara serah terima.

Fabby mengatakan Energy Delivery Model (EDM) merupakan sebuah pendekatan unik untuk penyediaan akses energi pada mereka yang membutuhkan.

Siswa SMAK Frateran Ndao Ende Juara Lomba Melukis Korem 161 Wirasakti

Pendekatan ini berangkat dari pengamatan bahwa penyediaan akses energi yang memiliki dampak luas dan berkelanjutan untuk masyarakat ("pengguna energi") memerlukan partisipasi masyarakat dalam proses perancangannya.

Peran serta masyarakat menjadi penting karena layanan akses energi tersebut harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan sesuai dengan konteks sosio-ekonomis dan budaya setempat.

IESR melihat EDM sebagai pendekatan yang cocok untuk diterapkan di Indonesia dengan tantangan penyediaan akses energi yang ada dan keragaman budaya serta konteks lokal.

Pada awal tahun 2016, bermitra dengan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), IESR memulai proyek percontohan EDM ini di Desa Boafeo, Ende, NTT.

Menurutnya Provinsi NTT dipilih karena memiliki tingkat kemiskinan energi (energy poverty) yang paling tinggi di Indonesia.

Hingga tahun 2019, rasio elektrifikasi NTT masih berada di kisaran 72 persen tertinggal dibanding provinsi lain di Indonesia.
Pengurus Besar (PB) AMAN dan Pengurus Wilayah (PW) AMAN Nusa Bunga (Ende) memfasilitasi pemilihan lokasi-lokasi desa adat di Indonesia yang mengalami kemiskinan energi sekaligus memiliki potensi pengembangan akses energi dan produktivitas desa; dan seterusnya bekerja dengan IESR untuk pendampingan desa.

Boafeo merupakan salah satu desa di NTT yang belum terjangkau jaringan listrik PLN, terletak di atas bukit dengan infrastruktur jalan terbatas, dan memiliki potensi produksi kopi yang melimpah.

Sebagian besar masyarakat Boafeo bekerja sebagai petani kopi, coklat, kemiri, dan cengkeh. Hasil panen mereka dijual di pengumpul yang datang ke desa atau dibawa setiap hari pasar ke ibukota Kabupaten Ende yang berjarak 2 jam dari desa.

Kepala Sekolah SDK Boafeo, Agustinus Rani mengatakan penyediaan listrik dengan PLTS atap di SDK Boafeo ini merupakan kebanggaan bagi mereka karena selama ini SDK Boafeo mengalami kesulitan untuk melaksanakan proses belajar mengajar secara optimal karena belum adanya listrik.

"Siswa membutuhkan penerangan untuk belajar kelompok di malam hari, sehingga listrik dari PLTS atap ini sangat bermanfaat,"kata Agustinus Rani.

PLTS atap di SDK Boafeo berkapasitas 4950 Wp, terdiri dari 2 sistem identik dan dilengkapi dengan baterai, masing-masing sebesar 2 kWh. IESR melalui konsultan proyek Priyono juga memberikan pelatihan teknisi untuk PLTS atap bagi warga Boafeo.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved