News

Aparatur Sipil Negara Ende Mendapat Penyuluhan Bahasa dari Kantor Bahasa NTT, Ini yang Wajib Tahu!

ASN harus ada keinginan dan kegairahan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar

POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS PESERTA
/Peserta Penyuluhan Bahasa Indonesia Saat Mengikuti Kegiatan. 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS KUPANG.COM, ENDE, - Kantor Bahasa Provinsi NTT memberikan penyuluhan Bahasa Indonesia kepada badan publik dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Ende, Kamis (22/8/2019) hingga Minggu (25/8/2019).

Wakil Bupati Ende, Drs. H Djafar H Achmad, MM, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan, Kornelis Wara, S.Sos, mengatakan, ASN tidak hanya memiliki keinginan dan kegairahan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, namun juga harus memahami secara benar
kaidah-kaidahnya.

Pada kenyataannya, diakui Wabup Djafar, terdapat kekeliruan dalam kepatuhan penggunaan bahasa Indonesia dan kerap dijumpai pada fasilitas publik, termasuk dalam naskah dan publikasi resmi instansi pemerintah yang kurang terkendali dari aspek ejaan, diksi, kalimat dan paragraf.

Wabup Djafar mengakui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Ende telah memiliki pedoman yang lengkap dan jelas terkait penulisan naskah surat dinas sehingga dapat menjadi bahan rujukan diskusi bersama dengan para instruktur dari Kantor Bahasa NTT.

"Namun apabila pedoman tata naskah dinas OPD belum memenuhi pedoman umum ejaan Bahasa Indonesia, segera dilakukan peninjauan kembali dan berkoordinasi dengan instansi terkait," pintanya.

Wabup Djafar menambahkan, koordinasi ini dimaksudkan agar pedoman tata naskah dinas Kabupaten Ende tidak saja menerjemahkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada tetapi tertib kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar terakomodir dalam tata naskah dinas dimaksud.

Kepala Kantor Bahasa NTT, Valentina Novina Tanate, mengatakan penyuluhan itu lebih dimaksudkan untuk memberikan pembinaan agar dalam penulisan tata naskah dinas harus berdasarkan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Valentina mengakui saat ini masih ditemukan dalam penulisan tata naskah dinas beberapa kekeliruan dan kondisi ini harus diperhatikan dalam mengonsep naskah dinas.*

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved