Ini Capaian dan Hasil Pertemuan Monitoring Program Sinode 2019 di Paroki Ka Redong

Ini Capaian dan Hasil Pertemuan Monitoring Program Sinode 2019 di Paroki Ka Redong

Ini Capaian dan Hasil Pertemuan Monitoring Program Sinode 2019 di Paroki Ka Redong
POS-KUPANG.COM/Foto Dok Panitia
Pertemuan Monitoring tahap II Implementasi Program Sinode III tahun 2019 pada hari kedua, Jumat (23/8/2019) di Paroki Ka-Redong, Ruteng. 

Ini Capaian dan Hasil Pertemuan Monitoring Program Sinode 2019 di Paroki Ka Redong

POS-KUPANG.COM | RUTENG - Pertemuan Monitoring tahap II Implementasi Program Sinode III tahun 2019 pada hari kedua, Jumat (23/8/2019) di Paroki Ka-Redong, Ruteng diisi dengan kegiatan presentasi pencapaian kegiatan-kegiatan diakonia karitatif dan transformatif dari 26 Paroki.

Dalam kegiatan tersebut peseerta dibagi ke dalam 4 sesi dan umumnya di 26 paroki yang ada di wilayah Kevikepan Ruteng telah menjalankan kegiatan-kegiatan diakonia antara lain untuk diakonia karitatif pelayanan yang dilaksanakan adalah membantu sembako kepada para korban bencana alam di Manggarai Barat, mengunjungi orang sakit, memberi uang duka kepada keluarga yang mengalami kedukaan, membangun rumah orang miskin, membantu kursi roda kepada para penyadang cacat dan memberi bantuan beras kepada umat yang membutuhkan.

Hajar Kabuna 4 Gol Tanpa Balas, Golo Langkok Tantang Biloto di Final

Sedangkan diakonia transformatif di masing-masing paroki dibuat dalam bentuk pelatihan bisnis pertanian organik, pelatihan tentang diakonia kepada orang muda katolik, pelatihan tentang melek keuangan, memperkenal pertanian organik kepada anak-anak sekami, pelatihan tentang cara mendata para penyandang cacat, kunjungan belajar antar petani dan mempromosikan kebun gizi di setiap rumah tangga.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita Akui Harga Pasar Stabil

Romo Martin Chen, Pr, Direktur Pusat Pastoral Keuskupan Ruteng dalam rapat tersebut mengatakan, pada tahun ini paroki-paroki sangat serius dan sungguh-sungguh menjalankan program diakonia dan hasilnya sangat dirasakan oleh umat di Kelompok Basia Gerejawi.

"Ini merupakan buah dari keterlibatan aktif Dewan Pastoral, Komisi PSE, Karitas dan umat dalam mengimplementasikan program diakonia. Sehingga ke depan pola ini harus terus diperkuat dengan pelatihan-pelatihan peningkatan baik bagi para imam maupun awam dalam bidang managemen, organisasi dan community developmen," tegas Romo Martin.

Dia juga menambahkan, pendekatan yang dilakukan oleh paroki- paroki dalam berdiakonia sangat inovatif.

Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong dalam presentasinya yang disampaikan oleh Richard Urut selaku Ketua Komis PSE memperkenalkan inovasi dalam pengembangan pertanian organik yaitu pemanfaatan arang sekam sebagai media yang dapat meningkatkan produktifitas tanah.

Selain itu, dia juga menegaskan, dalam pelatihan pertanian organik petani diberi pemahaman tentang melek keuangan sehingga mereka bisa mengetahui dengan jelas arus kas dari usaha pertanian setiap tahun.

Pada akhir kegiatan monitoring ini, Romo Gerardus Janur, Pr menegaskan, agar pola pelibatan stakeholder, seperti pemerintah, tokoh umat dan lembaga-lembaga non pemerintah dalam kegiatan diakonia tetap dipertahankan cara ini tentu akan memberi dampak terhadap perubahan sosial ekonomi orang manggarai.

"Untuk itu maka data dan dokumentasi sangat penting guna memudahkan kita dalam menilai perubahan pada setiap kegiatan monitoring," tegas Romo Geradus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved