TP PKK Kota Kupang Edukasi Siswa-siswi Bahaya HIV/AIDS dan Narkoba

TP PKK Kota Kupang melalui Pokja I menggelar Sosialisasi HIV/AIDS dan Narkoba dengan tema Mengoptimalkan Peran Masyarakat Melalui Sosialisasi HIV/Aids

TP PKK Kota Kupang Edukasi Siswa-siswi Bahaya HIV/AIDS dan Narkoba
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Ketua Pokja I Dra. Hj. Balkis Soraya Tanof, M.Hum saat menyampaikan laporan sosialisasi Bahaya HIV/AIDS dan Narkoba di Rujab Wali Kota Kupang, Kamis (22/8/2019). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - TP PKK Kota Kupang melalui Pokja I menggelar Sosialisasi HIV/AIDS dan Narkoba dengan tema Mengoptimalkan Peran Masyarakat Melalui Sosialisasi HIV/Aids dan Narkoba bagi siswa-siswi dari sejumlah SD dan SMP di Kota Kupang.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang Kamis (22/8/2019).

Kegiatan yang melibatkan 250 orang perwakilan siswa/I SD, SMP, Guru, Forum Anak, Pengurus TP PKK, Kecamatan dan Kelurahan di Kota Kupang tersebut dilaksanakan demi terwujudnya Kota Kupang yang layak huni, sehat dan cerdas.

BREAKING NEWS - 2 Pemuda Mabuk Aniaya Warga Belo hingga Pingsan, Ini Ancaman Hukumannya

Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man yang membuka kegiatan tersebut dalam sambutannya gerakan PKK merupakan gerakan masyarakat yang tumbuh dari dan oleh masyarakat, artinya masyarakat sebagai subyek dari pembangunan.

Menurutnya, secara sosiologis ada berbagai patologi sosial di tengah masyarakat Kota Kupang yaitu masalah pergaulan bebas, penyalahgunaan obat terlarang dan kehamilan anak serta remaja di luar nikah, kasus perkosaan dan kekerasan terhadap remaja di ruang keluarga dan publik dan masalah HIV/AIDS.

1.600 Guru SD/MI di Kota Kupang Ikut Halal bi Halal 1440 H

Salah satu penyebab dari itu semua, kata Herman, lemahnya kontrol diri, keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu ia berharap dengan sosialisasi tersebut semua komponen berpartisipasi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan generasi penerus.

Ketua Pokja I Dra. Hj. Balkis Soraya Tanof, M.Hum menyoroti peran penting keluarga dalam memberikan ola asuh yang tepat kepada anak. Menurutnya pola asuh keluarga menjadi dasar pembentukan karakter anak guna mencegah anak terhindar dari bahaya HIV-AIDS dan Narkoba.

Ia mengatakan, dengan sosialisasi ini dan proses formasi yang berkelanjutan, peran aktif keluarga sekolah serta masyarakat diharapkan ada perubahan dan pengetahuan siswa-siswi kian memadai terutama mengenai bahaya HIV/AIDS.

"Kita semua, diajak berpartisipasi aktif meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga menuju keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved