1.600 Guru SD/MI di Kota Kupang Ikut Halal bi Halal 1440 H

Kelompok Kerja Kepala Sekolah ( K3S) SD/MI se-Kota Kupang, menggelar halal bi halal 1440 H, melibatkan 1.600 guru dan kepala Sekolah.

1.600 Guru SD/MI di Kota Kupang Ikut Halal bi Halal 1440 H
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Suasana halal bi halal 1440 H di GOR Flobamor, Kamis (22/8/2019). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kelompok Kerja Kepala Sekolah ( K3S) SD/MI se-Kota Kupang, menggelar halal bi halal 1440 H, melibatkan 1.600 guru dan kepala Sekolah.

Halal bi halal berlangsung di GOR Flobamor, Kamis (22/8/2019), dibuka oleh Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore.

Halal bi halal kali ini mengusung tema 'Merajut Harmoni Memperkuat Keakraban Menuju Kemajuan Pendidikan Kota Kupang yang Bermutu" dengan sub tema 'Melalui Halal Bi Halal, Kita Tingkatkan Semangat Solidaritas Pendidikan dan Tenaga Kependidikan SD/MI Dalam Mewujdkan Kemajuan Pendidikan'

Balai POM Kupang Edukasi Siswa-siswi Pemakaian Produk Obat dan Kosmetik

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Filmon J. Lulupoy, S.Pd. MM, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami M.Si, para Ketua Sub Rayon SD/MI se-Kota Kupang dan Ustad Drs. H. Yahidin Umar, M. Si sebagai penceramah Halal Bi Halal.

Kepala Sekolah SDI Oeba 2 Yusak Amung, S. Pd selaku Ketua Panitia, dalam laporannya menyampaikan, Halal Bi Halal merupakan salah satu agenda rutin setiap tahun yang dilaksanakan oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD/MI Kota Kupang.

Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Menuju Masyarakat Sejahtera

Ia menjelaskan, maksud dan tujuan dari halal bi halal ini yakni sebagai momentum untuk mempererat hubungan silaturahmi tenaga Pendidik dan Kependidikan SD/MI yang ada di Kota Kupang.

Selain itu, kata dia, kegiatan ini merupakan program dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah SD/MI Kota Kupang sebagai bentuk jawaban terhadap kerjasama Pemerintah dalam menciptakan Indonesia yang lebih damai, khususnya Kota Kupang.

Sementara itu, Wali Kota Kupang dalam sambutannya, mengatakan, bahwa sejak para guru terutama guru honorer belum mendapatkan sesuatu yang 'layak'.

"Sampai saat ini, kadang-kadang Saya tidak enak hati. Bagaimana kita sebagai pemimpin masih bisa menutup mata dan telinga terhadap begitu banyak saudara-saudara Saya yang mendapat honornya dari yayasan saja" ungkap Jefri.

Oleh karena itu, Jefri sangat mengharapkan kerjasama dari berbagai pihak, terutama kerjasama dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, termasuk para kepala sekolah dan para guru agar berjuang dengan sungguh-sungguh untuk membenahi sistem pendidikan di Kota Kupang.

Peningkatan mutu pendidikan, kata dia, harus didukung dengan peningkatan infrastruktur dan kurikulum yang ditata secara baik.

"Kalau kurikulumnya tidak diatur secara baik, peningkatan kualitas dari guru-guru tidak ditingkatkan juga percuma. Karena itu, ke depan kita harus benahi itu semua agar kualitas pendidikan di Kota Kupang bisa bersaing dengan daerah-daerah lain" pungkas Jefri. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved