Berita Populer
BERITA POPULER: Suami Gantung Diri, Fadli Zon Dicuekin Mahasiswa Papua dan Fakta Ayam Kampus
BERITA POPULER: Suami Gantung Diri, Fadli Zon Dicuekin Mahasiswa Papua dan Fakta Ayam Kampus.
Penulis: Maria Enotoda | Editor: maria anitoda
Barulah dia sadar jika teman sekaligus tetangganya itu, gantung diri.
Mulika lantas melaporkan peristiwa itu ke tetangga dan perangkat desa setempat.
"Korban selama ini hidup sendiri,
dan suaminya sudah meninggal dunia," ucap AKP I Putu Adi Kusuma.
"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," imbuh dia.
Usai pemeriksaan polisi, keluarga menyatakan menerima kematian Sami.
Keluarga memakamkan Sami setelah semua pemeriksaan kepolisian selesai.
Gantung diri karena depresi
Kasus bunuh diri terjadi di wilayah Polsek Pare, Kabupaten Kediri.
Pelaku gantung diri atas nama Mariono (61) warga Jl Ontoseno, Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Selasa (21/5/2019).
Kasus gantung diri ini dilaporkan Ruslan Abdul Gani (53) Kades Gedangsewu.
Informasi yang dihimpun TribunMadura.com, Mariono sebelum nekat gantung diri sempat pamit kepada Lutri Wahyuningsih kerabatnya hendak buang hajat ke WC.
Namun setelah ditunggu lama tidak kunjung kembali, Lutri kemudian membangunkan Siswanto.
Kedua saksi kemudian mencari Mariono ke belakang menemukan sudah dalam keadaan gantung diri dengan seutas tali tampar warna biru.
Tali yang digunakan untuk bunuh diri ini diikatkan pada pohon jarak yang ada di belakang rumahnya.
Mengetahui kejadian tersebut Siswanto sempat memegangi tubuh Mariono sambil berteriak minta tolong.
Teriakan itu didengar oleh Ahmad Nurcholis yang kemudian mendatangi lokasi kejadian.
Kemudian Ahmad Nurcholis mengambil sabit yang digunakan untuk memotong tali tampar yang terikat dipohon jarak.
Selanjutnya membawa pelaku gantung diri kedalam rumah dan melaporkan kepada Kepala Desa Gedangsewu.
Kasus gantung diri kemudian dilaporkan ke Polsek Pare.
Dari penjelasan keluarga Mariono sudah lama mengidap penyakit paru-paru dan syaraf dan diduga frustasi.
Namun pengobatan selama ini tak kunjung sembuh.
Kasi Humas Polsek Pare Aipda Yani saat dikonfirmasi TribunMadura.com menjelaskan, petugas telah meminta keterangan saksi-saksi.
Dari TKP lokasi gantung diri petugas mengamankan seutas tampar warna biru panjang kurang lebih 2,5 meter serta sebuah kursi dingklik dari bahan kayu.
Pihak keluarga menolak jenasahnya dilakukan otopsi yang dikuatkan dengan surat pernyataan.
Sementara dari hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Sidorejo dr Dian dan petugas Inafis Polres Kediri tidak menemukan tanda- tanda kekerasan. Diduga korban meninggal karena gantung diri.
6 Fakta Kasus Suami Bunuh Istri dan Bakar Anaknya, Terlibat Cekcok hingga Ditolak Berhubungan Intim
Seorang pria bernama Jumharyono tega membunuh istrinya, Khoriah, dan membakar anaknya di rumah kontrakan karena sang istri menolak diajak berhubungan intim pada Selasa (06/8/2019) dini hari.
Lokasi kejadian tersebut terjadi di Jalan Dukuh V, Kelurahan Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Dirangkum Tribunternate.com dari Kompas.com, berikut fakta-fakta tentang kasus suami bunuh istri dan bakar anaknya:
1. Cekcok hingga sang istri menolak berhubungan intim
Jumharyono mengaku kepada polisi jika alasan dirinya membunuh sang istri karena dirinya ditolak berhubungan intim.
Jumharyono juga mengaku khilaf dan menyesal membunuh istrinya hanya karena permintaannya ditolak.
"Kesal aja, belum main, cekcok terus dengan kata kasar.
Mau berhubungan suruh mandi dulu.
Habis itu sudah dan diam 15 menit kemudian (saya) minta lagi.
Saya tusuk karena tidak dilayani, saya khilaf," kata Jumharyono di Mapolsek Kramat Jati.
Kapolsek Kramat Jati Kompol Nurdin Arahman mengatakan, saat berdebat dengan istrinya, Jumharyono mengambil batu di kamar mandi kontrakan.
Dengan batu itu, dia memukul kepala istrinya.
"Di samping almarhum ada gunting dan pisau.
Pada saat mau nusuk pakai pisau, korban menangkis dan pelaku ambil gunting langsung menusuk korban," kata Nurdin di Mapolsek Kramat Jati.
2. Bakar anak
Setelah membunuh istrinya, Jumharyono juga berniat bunuh diri dengan membakar rumah.
Dia juga tega membakar kasur yang saat itu tengah ditiduri anaknya R (5).
Hal ini juga dibenarkan oleh Nurdin Arahman saat pelaku sudah dibawa ke polisi.
"Pelaku membakar rumah dan ada anaknya di kasur.
Kasur terbakar dan anak menjadi korban luka bakar.
Pelaku kepanasan dan warga lihat api di rumah pelaku.
Pelaku coba keluar dari jendela dan pingsan (karena terjatuh).
Pelaku diamankan, sedangkan anaknya dibawa ke RS Polri," ujar Nurdin.
Selain Nurdin, hal senada juga disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo.
Hery mengungkapkan jika anak korban saat ini dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati karena mengalami luka bakar hingga 80 persen akibat perbuatan ayahnya.
Hery menambahkan, usai membunuh istrinya, pelaku berniat bunuh diri dengan membakar dirinya dan anak mereka R (5) beserta jenazah istrinya.
Namun saat api sudah mulai membakar sedikit bagian tubuhnya dan ruang tamu rumah mereka, pelaku memilih keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri.
"(Tersangka) pelaku berhasil keluar dari jendela saat ruang tamu terbakar," ujar Hery.
Adapun R mengalami luka bakar hingga 80 persen akibat perbuatan ayahnya itu.
Kini R menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
"Pelaku dapat diamankan dan dibawa ke RS Polri karena luka yg diderita pelaku," ujar Hery.
3. Pelaku dikenal orang yang introvert
Pekerjaan Jumharyono adalah sebagai kuli panggul di Pasar Induk Kramat Jati.
Dirinya juga dikenal sosok yang introvert atau tertutup hingga kurang bergaul.
Hal tersebut diungkapkan oleh tetangganya, Jondayat.
Jondayat mengatakan jika kelakuan Jumharyono sangat berbanding terbalik dengan istrinya.
Jumharyono dikenal pendiam dan jarang bergaul, sedangkan sang istri dikenal akrab dengan warga.
"Orangnya itu diam saja, jarang berbaur sama warga, paling satu dua kali doang.
Tertutup gitu.
Istrinya jualan makanan ringan sehingga akrab sama warga," ujar Jondayat.
5. Sering bertingkah aneh
Selain dikenal introvert, Jumharyono juga kerap bertingkah aneh saat sedang sendiri.
Hal ini diungkapkan oleh rekan kerja pelaku, Abdul Hadi.
"Orangnya itu emang kayaknya rada kelainan.
Kalau diajak ngobrol sih nyambung kayak biasa.
Tapi kalau lagi sendiri, dia suka ngobrol sendiri dan itu sering," kata Abdul.
6. Berharap dihukum berat
Adik korban, Ahmad Sayuti, mengaku sangat kecewa dengan kelakuan Jumharyono kepada kakaknya.
Ahmad Sayuti berharap Jumharyono dihukum penjara seumur hidup karena telah melakukan pembunuhan dengan keji terhadap kakaknya.
"Saya berharap pelaku dihukum penjara seumur hidup karena perbuatannya.
Kalau tidak bisa seumur hidup, ya dihukum yang paling berat sesuai perbuatannya," kata Ahmad di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Ahmad menilai Jumharyono pantas dihukum penjara seumur hidup sebab selain sudah membunuh Khoriah, Jumharyono juga telah membakar rumahnya yang mengakibatkan anaknya, R, mengalami luka bakar.
(TribunTernate.com/Sri Handayani, Kompas.com)
2. Fadli Zon Cs Datang Gunakan Mobil Mewah, Dicueki Mahasiswa Papua, Pintu tak Dibuka,Ini Penjelasannya
Aksi damai yang berunjung anarkis di Monokwari Papua Barat diduduga dipicu aksi sebelimnya di Surabaya dan Malang yang melibatkan mahasiswa asal Papua dan warga.
Peristiwa tersebut juga langsung menarik perhatian pemerintah pusat tak tertkecuali DPR RI yang langsung di datang ke Surabaya.
Rombongan pejabat DPR RI tiba di depan Asrama Mahasiswa Papua, Jalan Kalasan, Tambaksari, Surabaya, Rabu (21/8/2019).
Sekitar pukul 11.33 WIB sebuah mobil mewah jenis Alphard warna hitam berhenti tepat seberang jalan gedung asrama.
Beberapa saat kemudian, pintu tengah mobil terbuka dan dua pria berjalan beriringan menuju ke depan pagar berteralis besi yang didesain berpilin.
Satu di antaranya mengenakan kemeja batik lengan pendek bermotif gambar fauna burung elang dengan dominasi warna biru muda.
Sedangkan seorang lainnya, yang tampak mengenakan setelan jas formal tampak berjalan tertatih dibantu pegangan tongkat di belakang pria sebelumnya.
Keduanya berdiri menghadap ke depan pagar asrama yang dalam posisi tertutup.
Kogoya
Mereka tampak menempelkan layar ponsel ke daun telinga seperti sedang menelepon seseorang.
Tak sampai lima menit kemudian, mereka beranjak dari tempat mereka berdiri sebelumnya, lalu kembali lagi ke arah mobil alphard yang mereka naiki tadi terparkir.
Di dalam mobil, ternyata di samping kiri sopir duduk Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengenakan kemeja batik yang juga sibuk menengok-nengok ke arah pagar asrama.
Fadli Zon tidak turun ke jalan seperti dua rekannya tadi Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PDIP Jimmy Demianus Ijie S, dan Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi Partai Gerindra, Steven Abraham.
Jimmy Demianus Ijie mengakui rencana kunjungannya ke asrama tersebut gagal.
"Hari ini kami ingin kita bertemu dengan mereka bukan berarti gagal.
Ini kesempatan yang tertunda saja," katanya, Rabu (21/8/2019).
Lagi pula ia mengakui kedatangan rombongannya terbilang dadakan.
Sehingga besar kemungkinan itu menjadi sebab bagi para penghuni asrama enggan membukakan pintu.
"Karena kami pun datang tiba-tiba mungkin kami akan kembali dan mempersiapkan lagi," jelasnya.
Namun ia akan berusaha menemui mereka dengan berbagai cara, termasuk menggunakan pendekatan adat.
"Kami tetap akan mengupayakan dengan cara-cara pendekatan adat untuk bertemu dengan mereka," jelasnya.
Jimmy paham betul tipikal orang Papua yang lazim menyelesaikan berbagai masalah menggunakan pendekatan adat.
"Karena kalau di Papua, orang merasa malu itu, harus ditebus, harus dibayar gitu dan bayarannya mahal," tukasnya.
Rencananya Jimmy bersama rombongan akan kembali lagi ke Jakarta, untuk merembukkan hal ini.
Sebelum nantinya akan kembali lagi ke Surabaya untuk berkomunikasi secara langsung dengan para penghuni asrama.
"Jadi mohon maaf ya kami kembali dulu, kami bicarakan dengan internal kami di Jakarta, lalu kembali lagi di Surabaya," katanya.
Jimmy menjelaskan alasan munculnya sikap tertutup dari para penghuni Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya.
Ternyata penyebabnya dipicu oleh beberapa insiden yang terjadi, Jumat (16/8/2019) kemarin.
Jimmy menuturkan, para penghuni merasa tidak diperlakukan adil oleh pihak aparat.
"Informasi yang mereka sampaikan itu, mereka itu merasa diperlakukan secara tidak adil gitulah oleh aparat kita," katanya.
Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PDIP Jimmy Demianus Ijie S dan Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi Partai Gerindra, Steven Abraham saat tiba di depan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, Rabu (21/08/2019)/Istimewa.
Yakni mulai dari insiden robohnya tiang bendera merah putih yang memantik tuduhan bahwa para penghuni asrama adalah pelakunya.
"Kan harus ditemukan siapa yang melakukannya," tuturnya.
Jikalau terus berlarut-larut dan belum dirungkus pelakunya, Jimmy khawatir akan makin memperkeruh masalah.
"Karena itu juga yang nemicu kekecewaan di Papua," tukasnya.
Tak cuma itu, ia juga menyayangkan aksi beberapa kelompok organisasi masyarakat yang datang dan memaksa masuk ke asrama saat insiden Jumat (16/8/2019).
Bagi Jimmy, ternyata hal itu juga menjadi penyebab bagi para mahasiswa Papua penghuni asrama merasa tersinggung.
"Kemudian penyerbuan di dalam itu juga terkesan represif sekali," jelasnya.
"Mereka kan tidak mempersenjatai diri mereka akan biasa-biasa saja lebih baik datang lalu ngomong gitu," pungkasnya.
Penjelasan Fadli Zon
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menuturkan, rencana kunjungannya untuk berdialog dengan para penghuni Asrama Mahasiwa Papua berawal dari hasil keluhan yang didengarnya saat rapat paripurna.
"Kemarin di rapat paripurna teman-teman anggota DPR dari Dapil papua dan papua barat menyampaikan konsen keprihatinan," kata Fadli Zonpada awak media di Jalan Kalasan, Tambaksari, Surabaya, Rabu (21/8/2019).
Oleh karena itu, lanjut Fadli Zon, pihaknya ingin datang langsung dan memastikan kondisi yang terjadi.
Termasuk dengan mendengar penuturan langsung dari pejabat Pemprov Jatim ataupun mahasiswa Papua yang bersangkutan.
"Supaya kita mendengar langsung tidak hanya yang berseliweran di media atau yang di sosial media," jelasnya.
Fadli Zon juga berkeinginan untuk memastikan langsung langkah kuratif yang sudah dilakukan oleh pihak Pemprov Jatim dalam menangani bentrokkan yang belakangan memicu isu rasial.
"Kita ingin mendengar apa yang sudah dilakukan sejauh mana komunikasinya dan kita masalah ini cepat ditangani dan tidak ada ekses lebih lanjut," kata Fadli Zon.
Karena tak bisa masuk, Fadli Zon langsung mengadakan pertemuan dengan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan.
Seusai pertemuan tertutup dengan Gubernur Khofifah dan Kapolda Luki, Fadli Zon membantah bahwa ia dan rombongan diusir atau mengalami penolakan.
"Kedatangan kami di Jawa Timur ingin mendapatkan informasi-informasi terkait insiden yang ternyata sensitif.
Maka kami mencoba berkomunikasi dengan mahasiswa Papua yang menjadi penghuni asrama, kami tadi melalui Pak Willem Wandik," kata Fadli Zon dalam wawancara di Gedung Negara Grahadi usai bertemu Gubernur Khofifah.
Willem Wandik adalah warga Papua yang juga pernah lima tahun menghuni asrama Kalasan, sehingga dianggap ada kedekatan untuk menjalin komunikasi.
Di awal komunikasi dengan Ketua Asrama Mahasiswa Papua, mereka menyatakan kesediaan untuk ditemui anggota DPR RI.
"Tadi ada kesediaan dialog dari mahasiswa Papua.
Tapi tiba-tiba tidak ada komunikasi lagi, handphonennya tidak bisa dihubungi.
Namun begitu kami akan upayakan lagi untuk bisa berdialog dengan mereka," ujar Fadli Zon.
Pihaknya mengaku akan mengusut jelas semua insiden yang membuat adanya gejolak kedamaian di Papua.
Mulai dari insiden bendera hingga ujaran yang diangga rasis.
"Jadi pengusiran tidak ada.
Sebelumnya sudah komunikasi dengan ketua asrama.
Begitu sampai di sana handphonenya tidak bisa dihubungi," kata Fadli Zon.
#Fadli Zon Cs Dicueki Mahasiswa Papua, Pintu Asrama tidak Dibuka, Ini Penjelasan Fadli Zon!
Kerusuhan Pecah di Fakfak Papua Barat, Massa Bakar Kantor Dewan Adat dan Pasar Tumburuni
Kerusuhan kembali terjadi di Papua, Rabu (21/8/2019).
Kali ini, kerusuhan berupa pembakaran terjadi di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Saat dihubungi Tribunnews.com melalui sambungan telepon, Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani membenarkan terjadinya kerusuhan di Fakfak.
Pada Rabu pagi, terjadi pembakaran kantor Dewan Adat dan Pasar Tumburuni di FakFak.
"Beberapa jam lalu terjadi pembakaran kantor Dewan Adat dan Pasar Tumburuni," kata Lakotani, Rabu siang.
Menurut Lakotani, kerusuhan ini disebabkan oleh adanya konsentrasi massa sejak Selasa malam.
Konsentrasi massa, kata Lakotani, ada di dua titik.
Lakotani melanjutkan, berdasarkan informasi yang ia terima, saat ini situasi sudah bisa dikendalikan oleh aparat keamanan.
Polisi juga menambah personel untuk mencegah meluasnya kerusuhan.
Soal penyebab kerusuhan ini, Lakatoni mengatakan masih merupakan lanjutan dari aksi protes atas rasisme di Surabaya.
Namun, Lakatoni menduga aksi kerusuhan ini sudah ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu.
Dilansir Antaranews.com, demo di wilayah Fakfak, Papua Barat kembali memanas.
Bahkan para demonstran mulai merusak dan membakar kios di pasar Tambaruni Fakfak, Papua Barat.
Kepala Bidang Humas Polda Papua AKBP Mathias Krey mengatakan, aparat kepolisian dan TNI sudah berada di lokasi demonstrasi untuk melakukan pengamanan.
"Anggota Brimob dijadwalkan dikirim ke Fakfak untuk membantu mengamankan wilayah tersebut," katanya saat dihubungi dari Jayapura, Papua.
Menurut beberapa postingan linimasa Twitter, kebakaran kios Pasar Tambaruni mulai terbakar siang ini.
Beredar Video Pembakaran Pasar Thumburuni
Dalam kerusuhan di Fakfak itu, berdedar video pembakaran bangunan Pasar Thumburuni.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @makassar_jobb, tampak sebuah bangunan berpagar biru dengan api yang membara.
Tampak tulisan di spanduk nama pasar 'THUMBURUNI FAKFAK' yang dipenuhi asap akibat kobaran api di sekitarnya.
Selain itu, akun Twitter @febrofirdaus juga turut mengunggah video pembakaran.
Tampak asap membumbung tinggi ke udara dan di sekitarnya terdapat massa yang berkumpul.
Massa terdengar meneriakan protes bersama-sama.
Kerusuhan di Fakfak pun dibenarkan oleh Polda Papua.
Kepala Bidang Humas Polda Papua AKBP Mathias Krey mengatakan, aparat kepolisian dan TNI sudah berada di lokasi demonstrasi untuk melakukan pengamanan.
"Anggota Brimob dijadwalkan dikirim ke Fakfak untuk membantu mengamankan wilayah tersebut," katanya saat dihubungi Antaranews.com dari Jayapura, Papua.
(Tribunnews.com/Daryono)
3. Ayam Kampus Jajakan Cinta Daripada Jadi Simpanan, Keluarga Tahunya Mahasiswi Baik-baik
Praktik prostitusi ternyata tidak memandang status sosial atau nyaris tak ada batasan tak terkecuali dilakukan oleh oknum Mahasiswi .
Bisnis esek-esek di kalangan Mahasiswi bukanlah isapan jempol semata.
Memang sulit untuk mendapatkan jasa dari mahasiswi alias ayam kampus ini.
Terlebih para ayam kampus ini terkenal selektif dalam memilih pelanggannya.
Jika Anda mahasiswa, jangan sekali-sekali mencoba mencari ayam kampus, kemungkinan besar akan gagal total.
"Kalau saya sih lebih pilih pelanggan tidak mau dari kalangan mahasiswa atau orang yang kita tidak tahu latar belakangnya," ujar MS (21), salah seorang ayam kampus di perguruan tinggi swasta di Palembang, Selasa (13/8/2019).
Lalu bagaimana cara mencari ayam kampus?
Wali Kota Bogor Bima Arya bersama tim ungkap prostitusi online di Bogor, Rabu (17/10/2018). (Dok Humas Pemkot Bogor)
Berbeda Pekerja Seks Komersial (PSK) lainnya yang menjajakan diri secara terang-terangan, para ayam kampus ini dalam mencari pelanggan terbilang lebih eksklusif.
Ayam kampus menggunakan berbagai aplikasi sosial media ( sosmed ) atau tawaran dari mulut-mulut, dijadikan mencari pelanggannya.
Dalam mencari pelanggan, mereka kini tak sembarangan, lebih memilih-memilih pelanggan yang akan menggunakan jasanya.
Hal itu karena beberapa kasus prostitusi online yang mencuat ke publik, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan ayam kampus
MS mengungkapkan, untuk modus yang mereka pakai bisanya memasang foto cantik nan menggoda di beberapa aplikasi sosial media.
Kemudian, biasanya para pelanggan langsung chatting dengan si ayam kampus untuk menanyakan bisa "dipakai" atau tidak.
Setelah si ayam mengaku bisa, kemudian komunikasi berlanjut untuk menentukan tarif dan lokasi untuk bercinta.
Prostitusi online menampilkan bayangan seorang wanita tanpa busana. (thinkstock)
Kesan eksklusif yang ditawarkan oleh penjaja cinta ayam kampus, membuat mereka tak mau sembarangan memilih tempat untuk berkencan.
Jika ada konsumen yang tertarik menggunakan jasa si ayam kampus paling tidak menginginkan ngamar di hotel berbintang tiga.
Dalam setiap kali berkencan ia mematok tarif minimal Rp 1 juta untuk layanan short time dan paling besar Rp 5 juta untuk long time.
"Biasanya kalau saya sih langsung minta DP sama pelanggan kalau memang dia serius. Setelah ditransfer baru langsung ketemuan di lokasi yang dijanjikan. Jika dapat pelanggan yang sudah mapan biasanya suka kasih lebih. Ya bisa sampai Rp 10 juta," ungkapnya.
Tak Perawan Lagi
Ia menjelaskan, awal mula terjerumus ke dalam dunia hitam tersebut setelah semasa SMA keperawanannya direnggut oleh sang pacar.
Merasa dirinya sudah tak suci lagi, perempuan berambut panjang ini memilih terjun ke dunia ayam kampus saat masuk kuliah.
Selain itu, desakan rendahnya faktor ekonomi membuat si ayam kampus lebih memilih jalan pintas dengan menjual diri untuk menambah pundi-pundi uang.
"Kiriman orangtua dari kampung cukup untuk kuliah dan makan. Nah kalau mau biaya nongkrong dan beli barang terpaksa begini," jelasnya.
TY, ayam kampus lainnya di Palembang juga mengaku lebih wanti-wanti dalam cari pelanggan.
Menjajakan diri melalui sosial media, membuat mereka dapat memilah pelanggan yang akan menggunakan jasa seks si ayam kampus.
Jika dirasa si pelanggan aman dan memiliki isi kantong tebal, barulah ia mau diajak bercinta.
"Saya lebih ke eksklusif, nggak mau sembarang pilih pelanggan. Nanti bisa-bisa rupanya kita dijebak. Apalagi sekarang kasus prostitusi online sedang maraknya diungkap," jelasnya.
Dengan gaya eksklusifnya, membuat gadis pemilik tinggi 168 cm ini menerima pelanggan maksimal satu minggu sekali.
Namun jika ia sedang mood atau ingin beli sesuatu, TY bakal langsung meladeni apabila ada pelangggan yang mau menggunakan jasanya.
"Ya tergantung mood juga sih. Tapi kalau nau beli sesuatu saya cari pelanggan," ujarnya.
Diakuinya, menjadi ayam kampus tak banyak orang yang mengetahui terlebih lingkungan keluarga dan pacarnya.
Ia menutup rapat kesehariannya yang kerap menjajakan cinta dengan pria hidung belang melalui sosial media.
Mahasiswi semester lima kesehatan ini pun mengaku sempat khawatir jika suatu saat ia bakal terkena penyakit.
Tetapi, himpitan ekonomi dan tututan gaya hidup membuatnya terpaksa menggeluti dunia ayam kampus hingga kini.
"Pernah kepikiran takut kena penyakit, cuma ya dibawa happy aja. Mau bagaimana lagi, karena kita memang butuh uang," bebernya.
Lebih Suka Ayam Kampus
Boy, salah seorang pegawai swasta mengaku suka menggunakan jasa ayam kampus dikarenakan lebih profesional, ramah dan berkelas dari PSK lainnya.
Ia mengungkapkan, penilaiannya terhadap layanan ayam kampus bukan hanya soal bersetubuh. Melainkan, juga soal attitude dan sensasi yang didapatkan dari si ayam kampus.
Dengan pelayanan berbeda diberikan ayam kampus, ia pun harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan kesempatan kencan dengan ayam kampus.
Namun begitu, hal tersebut bukanlah jadi soal. Baginya kepuasan dan layanan adalah yang paling utama.
"Ayam kampus itu lebih eksklusif dan berkelas, karena tidak sembarangan orang bisa pakai jasanya. Walau harus bayar Rp 2 juta tidak masalah yang penting lebih berkelas dan pelayanan memuaskan," bebernya.
Lain lagi dengan Jo, ia lebih memilih menjadikan ayam kampus sebagai teman bersenang-senang.
Setelah satu-dua kali menggunakan jasanya, pria berambut ikal ini akan melanjutkan hubungannya ke jenjang lebih dekat.
Jika hubungan keduanya semakin akrab, ia mengaku selanjutnya tak perlu lagi mengeluarkan biaya cukup mahal.
Cukup membuka kamar di hotel dan diajak jalan pegawai swasta ini dengan leluasa menggunakan jasa si ayam kampus.
"Awal-awalnya bayar Rp 1 juta, setelah itu kita akrabin. Selanjutnya tinggal suka sama suka aja," jelasnya.
Ogah Jadi Simpanan
Para oknum mahasiswi yang nyambi jadi ayam kampus enggan secara terang-terangan membuka jati diri mereka.
Bahkan, pihak keluarga dan sang pacar tak mengetahui jika mereka terjerumus ke dalam dunia prostitusi ayam kampus.
Mereka biasanya berpenampilan biasa saja di lingkungan kuliah, enggan tampil mencolok dengan pakaian glamor dan menggoda.
Untuk pakaian yang digunakan ketika kuliah juga rata-rata tertutup seperti mahasiswa lain pada umumnya.
MS, salah seoerang ayam kampus jurusan ekonomi di kampus swasta Palembang mengaku kalau sepintas orang pasti tidak akan mengetahui bahwa mereka terlibat dunia
prostitusi online.
Permainan melalui sosial media, membuat modus ayam kampus cukup sulit terendus oleh orang banyak.
"Ya pintar-pintar kita sembunyikan identitas. Pacar dan keluarga saya tidak tahu kalau saya begini (ayam kampus, red)," ujarnya, Kamis (15/8/2019).
Ia menjelaskan, si ayam kampus biasanya diketahui oleh sesama rekannya dan penikmat jasa saja. Mereka enggan membuka diri secara terang-terangan dengan profesi
tersebut karena berada di lingkungan kampus.
"Ketahuan teman satu kampus ya malulah. Paling cuma beberapa teman yang tahu, tapi mereka nggak bakal bocor. Tahu sama tahu saja," tegas MS.
Diakuinya, meski bisa dengan mudah mendapatkan uang menjadi seorang ayam kampus, namun sebagian mahasiswi pelaku bisnis haram ini enggan menjadi simpanan om-om berkantong tebal.
Mereka lebih mengambil aman dengan menjajakan cinta kilatnya ketimbang harus menjadi simpanan pria beristri.
Wanita berambut panjang ini selalu menolak ajakan tersebut. Alasannya, selain berisiko jati dirinya terungkap.
Ia menghindari terjadinya konflik dengan istri sah si om-om.
"Kalau yang ngajak jadiin simpanan banyak, tapi saya nya yang nggak mau. Terlalu berisiko kalau gitu (jadi simpanan, red)," ujarnya.
Ia mengungkapkan, bahkan ada om-om yang rela memberinya uang hingga Rp 20 juta untuk mengiming-iminginya agar mau jadi simpanan.
"Pokoknya yang dicari itu duit, bukannya status. Kalau jadi simpanan itu terikat," kata MS.
TY, ayam kampus lainnya juga mengaku kerap kali bercinta terkadang terbawa perasaan alias baper.
Akan tetapi ia mengaku lebih memilih menahan diri.
Mahasiswi ini lebih memilih menahan diri ketimbang nantinya hubungan berlanjut hingga menjadi simpanan si pelanggan.
Diakuinya, sulit meninggalkan kehidupan yang serba enak dari penghasilannya sebagai ayam kampus.
Ia melakukan profesi ini untuk memenuhi lifestyle dan kebutuhan sehari-hari.
"Imej mahasiswi itu kesannya sensual, intelek, dan lebih eksklusif. Jadi banyak yang mau jadikan simpanan. Tapi kalau saya sih ogah, terlalu berisiko," ungkapnya. (tim)