Warga Kampung Weetabar Sumba Barat Senang Ada Listrik, Anak Bisa Belajar Baik dan Ibu Bisa Menganyam

Warga Kampung Weetabar, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat mengaku senang dengan terpasangnya listrik di kampungnya kelahiranya. L

Warga Kampung Weetabar Sumba Barat Senang Ada Listrik, Anak Bisa Belajar Baik dan Ibu Bisa Menganyam
Pos Kupang.com/Petrus Piter
Ibu Susana Pada dan Imelda serta anak dan cucu di kediamannya di kampung Weetabari kediamannya di kampung Weetabar, Sumba Barat, Rabu (14/8/2019) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM/WAIKABUBAK--Warga Kampung Weetabar, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat mengaku senang dengan terpasangnya listrik di kampungnya kelahiranya. Listrik tersebut sudah terpasang puluhan tahun.

Dengan penerangan listrik anak-anak bisa belajar dengan baik, ibu-ibu rumah tangga bisa mengerjakan pekerjaan rumah seperti menganyam, membuat kue dan berbagai urusan rumah tangga lainnya.

Kondisi itu berbeda dengan keadaan yang dialami pada masa kecil dimana untuk penerangan hanya mengandalkan lampu pelita.

Demikian disampaikan ibu Susana Padaka dan Imelda bersama beberapa ibu lainnya yang secara terpisah ditemui POS-KUPANG.COM, Rabu (14/8/2019) siang.

Menurutnya, penerangan listrik ini sangat penting bukan hanya memudahkan anak-anak belajr, ibu rumah tangga bisa mengerjakan pekerjaan pada malam hari tetapi juga menerangi kampung Weetabar sehingga mencegah terjadinya gangguan pada malam hari.

meski demikian, ibu Susaba Padaka mengaku lebih senang menggunakan meteran manul seperti dulu. Biasanya, dahulu sistem pembayaran rekening listrik dilakukan sekali dalam sebulan. Kalau sistem kelistrikan sekarang berbeda, pembelian pulsa listrik sama seperti pulsa handphone saja.

Dan pemakaian tergolong cepat pula. Misalnya membeli pulsa listrik Rp 20.000 maka hanya bisa menggunakan sampai satu minggu. Itupun kalau hanya penerangan saja. Bila menggunakan tv, kulkas dan lain-lain maka cepat habis pula.

Ogoh-ogoh Ramaikan Karnaval Budaya dan Pawai Pembangunan di TTS, Simak YUK

Dalam kesempatan itu, ibu Susana Padaka juga mengeluhkan soal air bersih. Selama ini biasa mengambil air bersih di semua yang letaknya dibawah kampung. Namun, saat ini debutnya turun sehingga masyarakat tidak bisa ramai-ramai mengambilnya.

Presiden Jokowi Direncanakan Menyerahkan 2.309 Sertifikat kepada Warga NTT, Ini Datanya

Ia mengaku, selama ini, pelayanan listrik berjalan baik. Pemadaman yang biasanya terjadi tiba-tiba jarang terjadi. Tetapi kalau pada musim hujan, sehari bisa 3-4 kali terjadi pemadaman.

Karena itu, menghimbau pihak PLN lebih mempersiapkan diri dengan membenahi jaringan sehingga memasuki musim hujan, pelayanan tetap lancar. (*)

Nafsu - Guru Honorer dan Siswi SMA Hubungan Badan di Kelas Usai Pelajaran, Ini Aksinya

Penulis: Petrus Piter
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved