Friets Sebut Banyak Kendaraan Liar Beroperasi di Ende dan Tidak Pernah Membayar Pajak

Friets D Bua Mone sebut banyak kendaraan liar beroperasi di Ende dan tidak pernah membayar pajak

Friets Sebut Banyak Kendaraan Liar Beroperasi  di Ende dan Tidak Pernah Membayar Pajak
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Kepala UPT Pendapatan dan Aset Daerah Provinsi NTT Wilayah Kabupaten Ende,Friets D Bua Mone 

Friets D Bua Mone sebut banyak kendaraan liar beroperasi di Ende dan tidak pernah membayar pajak

POS-KUPANG.COM | ENDE - Kepala UPT Pendapatan dan Aset Daerah Provinsi NTT Wilayah Kabupaten Ende, Friets D Bua Mone mensinyalir bahwa banyak kendaraan liar atau bodong yang beroperasi di Kabupaten Ende terutama di daerah pedalaman Kabupaten Ende.
Hal tersebut dikatakan Kepala UPT Pendapatan dan Aset Daerah Provinsi NTT Wilayah Kabupaten Ende, Friets D Bua Mone kepada Pos-Kupang.Com, Selasa (20/8/2019) di Ende.

Frietz mengatakan bahwa kendaraan disebut bodong atau liar karena pemilik kendaraan tidak pernah membayar pajak kendaraan karena memang tidak terdata dalam register pihak kepolisian maupun Samsat.

Ahok BTP Sampaikan Tak Akan Meninggalkan Dunia Politik, Simak Alasannya

Kendaraan bodong ujar Frietz pada umumnya beroperasi diluar kota atau di daerah pedalaman sehingga keberadaannya tidak terdekteksi.

"Pemiliknya tidak berani membawa kendaraan kedalam kota karena mereka kuatir tertangkap aparat keamaan pada saat melakukan patroli maka kendaraan yang ada hanya bisa beroperasi diluar kota terutama di daerah pedalaman," kata Frietz.

Program KB di Manggarai Barat, Pengguna Kondom 123 Orang, Sedangkan MOP 11 Orang

Menurut Frietz kendaraan bodong atau liar adalah jenis kendaraan yang didatangkan oleh pemliknya secara liar atau cara mendapatkan kendaraan dengan cara-cara yang ilegal seperti melalui penyelundupan atau kendaraan curian dari luar wilayah Kabupaten Ende.

"Terkadang ada oknum yang mencuri kendaraan dari luar daerah lalu dijual kepada warga dengan harga murah. Kendaraan tersebut memang hanya bisa beroperasi diluar kota atau daerah pedalaman saja tidak berani ke kota karena kalau ke kota bisa saja tertangkap aparat pada saat patroli,"kata Frietz.

Terkait dengan keberadaan kendaraan bodong atau liar, Frietz mengharapkan kepada warga untuk tidak berurusan atau mendapatkan kendaraan dengan cara yang ilegal karena hal tersebut bertentangan dengan hukum.

"Jangan tergiur dengan harga murah lalu nekat membeli kendaraan tersebut karena bisa saja kendaraan yang ada adalah kendaraan curian sehingga dengan demikian yang bersangkutan bisa dijerat sebagai penadah,"kata Frietz.

Frietz mengatakan terkait dengan kendaraan dari luar daerah Kabupaten Ende atau wilayah NTT pihaknya tidak bisa mengambil tindakan untuk melakukan penertiban karena pihaknya menilai bahwa semua kendaraan bisa beroperasi dimana saja didalam negara Indonesia namun yang terpenting adalah yang bersangkutan membayar pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Iya memang saat ini banyak kendaraan dari luar daerah yang beroperasi di Ende terutama dari Kota Surabaya dengan plat L kita tidak bisa menertibkan kendaraan tersebut," kata Frietz.

Frietz mengatakan bahwa semua kendaraan bisa saja beroperasi di Ende yang terpenting yang bersangkutan membayar pajak di tempat pembelian kendaraan berlangsung.

Namun demikian ujar Frietz idealnya pemilik kendaraan yang berasal dari luar daerah atau masih menggunakan plat nomor polisi luar daerah pemilik kendaraan dapat segera memutasikan kendaraannya kedalam wilayah Kabupaten Ende sehingga dengan demikian yang bersangkutan bisa membayar pajak secara langsung di Kabupaten Ende.

"Selama ini pemilik kendaraan dari luar daerah kalau mau bayar pajak mereka harus membayar ke tempat mereka membeli kendaraan tersebut misalnya ke Surabaya. Tentu akan lebih mudah bagi yang bersangkutan apabila kendaraan sudah dimutasi maka yang bersangkutan bisa langsung membayar di Ende," kata Frietz. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved