Gidion: Sejahterakan Masyarakat Sumba Timur Tidak Bisa Ditawar-tawar
Kata Gidion Mbilijora: Sejahterakan Masyarakat Sumba Timur Tidak Bisa Ditawar-tawar
Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
Masalah literasi berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis dan menghitung dari anak-anak di kelas awal SD masih menjadi masalah mendasar yang membutuhkan penanganan.
"Karena itu, dibutuhkan peran orang tua dalam pendampingan anak-anak, peran guru-guru di kelas awal SD serta Kepala Sekolah dalam me-manage sumber daya di sekolah untuk penguatan pengelolaan kelas pembelajaran, mengelola dan memanfaatkan secara baik perpustakaan sekolah, dan masyarakat pun diharapkan dapat berperan dengan menciptakan taman-taman bacaan bagi anak-anak,"harap Gidion.
Diawal pidatonya, Gidion, juga mengatakan semua rakyat harus patut bersyukur bahwa para pejuang kemerdekaan dan pendiri bangsa ini telah meletakkan dasar yang kokoh yaitu Pancasila sebagai dasar negara dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi Negara. Mereka telah membuktikan dan menanamkan jiwa patriotisme, mewariskan jiwa soliditas untuk tetap mencintai dan menjaga kebhinekaan serta meneguhkan daya tahan bangsa ini dari rongrongan dan ancaman dalam berbagai bentuk.
"Sebagai generasi masa kini, kita tidak cukup hanya sebatas berbangga atas kemerdekaan dan kedaulatan yang kita miliki, karena tantangan yang kita hadapi kini dan di masa akan datang semakin kompleks seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta persaingan global. Salah satunya adalah inovasi digitalisasi yang berkembang cepat selain memberi peluang yang menjanjikan untuk kepentingan ekonomi, juga menjadi tantangan baru serta mengkwatirkan akan terjadi degradasi nilai (value) bila salah memanfaatkannya,"kata Gidion. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/gidion-sejahterakan-masyarakat-sumba-timur-tidak-bisa-ditawar-tawar.jpg)