Dua Mantan Gubernur Bertemu - Lebu Raya Dukung Ahok Kembangkan Jagung di NTT

Gubernur NTT periode 2008-2018, Drs. Frans Lebu Raya mendukung program dari Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dalam pengembangan sektor pertanian di NT

Dua Mantan Gubernur Bertemu - Lebu Raya Dukung Ahok Kembangkan Jagung di NTT
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Basuki Tjahja Purnama alias Ahok pose bersama Frans Lebu Raya , Jumat (16/8/2019) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG - Gubernur NTT periode 2008-2018, Drs. Frans Lebu Raya mendukung program dari Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dalam pengembangan sektor pertanian di NTT. Komoditi yang menjadi fokus budidaya adalah jagung.

Lebu Raya menyampaikan hal ini usai menerima kunjungan Mantan Gubernur DKI Jakarta di kediamannya, Jumat (16/8/2019).

Menurut Lebu Raya, kehadiran Ahok tentu sebagai bentuk komitmen untuk membantu membangun NTT.
"Saya bilang ke beliau, kalau investasi seperti ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah, apalagi Pemerintah NTT ,karena itu carikan investor yang besar. Tapi satu tidak boleh bebaskan lahan masyarakat, lahan itu tetap jadi milik dan aset masyarakat, yang paling penting dalam hidup" kata Lebu Raya.

Dijelaskan, semasa menjabat sebagai Gubernur NTT, dirinya pernah membicarakan dengan PT. Astra.
"Dulu saya pernah bicara dengan Astra, bagaimana di atas lahan petani kita kerja,kita bantu mekanisasi . Masyarakat jadi tenaga kerja, pemerintah fasilitasi. Waktu itu sudah bergulir tapi saya keburu habis masa jangatan

Saat ini dia ( pak Ahok) datang lagi, maka kita akan lakukan," katanya.
Dikatakan, dengan pola itu, maka tentu akan dibicarakan, masyarakat mendapat berapa persen, manajemen dan investor mendapat berapa.

"Jika ini dilakukan, maka pasti ada pasar. Jagung sebagai pintu masuk dan akan berdampak pada peternakan juga, dan urusan pakan.

Kami dua pernah diskusi dan beliau datang lagi kita mantapkan diskusi itu," ujarnya
Dia mengakui, sudah melakukan komunikasi dengan beberapa teman bupati soal urusan lahan dimaksud.

"Saya sudah kontak beberapa teman untuk urusan lahan dimaksud, salah satu seperti Bupati Malaka . Saya juga akan bertemu Bupati Kupang untuk bicarakan lahan yang ada di Kabupaten Kupang," katanya.
Dia mengakui, sistem atau pola yang akan diterapkan adalah pola pertanian modern dengan mekanisasi, karena itu lahan yang dibutuhkan adalah lahan datar.

HUT ke 74 Kemerdekaan RI - Unit Pelaksana Teknis Kementerian PUPR  di NTT Gelar Aneka Lomba

Pertemuan IlmiahTahunan ke 36 HATHI di Kota Kupang-NTT, Ini Tema yang Diusung

"Pola pertanian modern yang akan dilakukan ini adalah dengan sistem mekanisasi, karena itu butuh lahan yang datar. Lahan yang dibutuhkan sesuai yang disampaikan pak Ahok sekitar 500-1000 hektar," katanya.

Dikatakan, lahan itu tidak perlu terkonsentrasi pada satu hamparan atau lokasi, asalkan infrastruktur mendukung tapi bisa di beberapa lokasi. "Misalnya, di satu tempat ada 50 hektar di tempat lain ada 100 ha dan seterusnya,asalkan kondisi lahannya datar. Kita akan sama-sama untuk mendukung
Saya juga sampaikan ke beberapa teman bupati bahwa ini pola yang baik tentu juga akan bermanfaat bagi masyarakat setempat, maka lebih baik kita kerjakan" ujarnya. (*)

Kabupaten TTS- Cinta Terlarang Nenek 70 Tahun,Tendangan Maut Cucu Habisi Nyawa Selingkuhan Nenek

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved