BREAKING NEWS: Lima Rumah Adat di Desa Adat Tamkesi TTU Hangus Dilalap Sijago Merah

BREAKING NEWS: Lima Rumah Adat di Desa Adat Tamkesi TTU NTT Hangus Dilalap Sijago Merah

BREAKING NEWS: Lima Rumah Adat di Desa Adat Tamkesi TTU Hangus Dilalap Sijago Merah
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Tampak puing-puing dari lima unit rumah adat yang terbakar di Desa Adat Tamkesi, Kamis (15/8/2019). 

BREAKING NEWS: Lima Rumah Adat di Desa Adat Tamkesi TTU NTT Hangus Dilalap Sijago Merah

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Sebanyak lima unit rumah adat yang ada di Desa Adat Tamkesi, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) ludes terbakar dilahap si jago merah, Kamis (15/8/2019) sekira 13:00 Wita.

Lima unit rumah adat tersebut diantaranya, rumah adat Uskenat, Lopo Adat Uskenat, Sonaf (istana) Soana Ana, rumah adat Muin'nesu, dan rumah adat Man'nesi.

Siswi SMAN 1 Lamba Leda Juara Lomba Baca Puisi FLS2N 2019 Kabupaten Manggarai Timur

Menurut saksi mata, Petrus Subani Uskenat mengungkapakan, sumber api pertama kali berasal dari serambi depan rumah adat Uskenat.

Dimana, saat terjadi kebakaran dirinya sementara makan di dalam rumah yang terbakar. Saat itu, ia mencium bau terbakar sehingga, ia keluar dan melihat kobaran api sudah membesar.

Karena api sudah berkobar, jelas Petrus, dirinya kemudian berteriak meminta tolong kepada warga yang ada di sekitar rumah adat Tamkesi tersebut.

Sambut HUT Kemerdekaan RI ke-74, Polres Kupang Kota Gelar Doa Bersama

"Karena kondisi lingkungan setempat yang susah air, serta tiupan angin yang cukup kencang, menyebabkan api merambat ke rumah adat lainnya dan membakar habis lima unit rumah adat tersebut," jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini menyebutkan bahwa rumah adat yang terbakar tersebut terbuat dari pelepah daun gewang (dinding bebak) dan beratap alang-alang.

Karena kondisi lokasi yang sangat susah air, menyebabkan api dengan cepat merambat ke rumah adat lain yang merupakan situs adat yang dilindungi oleh negara.

Akibat dari kebakaran lima unit rumah ada tersebut, barang-barang yang sakral ikut terbakar sehingga kerugian yang dialami ditaksir mencapai Rp. 400 juta rupiah. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved