Ahok Kunjungi Kupang

Ahok BTP: Saya Diminta Jadi Guru Sekolah Poitik ke Seluruh Indonesia

Kata Ahok BTP: saya diminta menjadi guru sekolah politik ke seluruh Indonesia

Ahok BTP: Saya Diminta Jadi Guru Sekolah Poitik ke Seluruh Indonesia
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Ahok BTP 

Kata Ahok BTP: saya diminta menjadi guru sekolah politik ke seluruh Indonesia

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Mantan Gubernur DKI Jakrata Basuki Tjahaja Purnama ( BTP) atau Ahok menyampaikan bahwa dirinya tidak bermimpi untuk menjadi gubernur NTT.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya tidak berambisi menjadi pejabat politik atau menteri untuk kabinet Jokowi -Ma'ruf ketika ditanya oleh simpatisan dan kader PDIP dalam acara "Baomong deng Ahok" yang digelar di halaman kantor DPD PDIP NTT di jalan Piet A Talo Liliba Kota Kupang pada Selasa (13/8/2019) petang.

Peraih Roosseno Award ini bahkan sampai menegaskan berulang dalam nada canda agar penggemarnya tidak usah bermipi tentang hal tersebut ketika diberi pertanyaan tekait kesiapannya jika dipingan (diminta) untuk menjadi gubernur NTT oleh dua penanya berbeda pada kesempatan tersebut.

Ini Puisi Ketua Majelis Sinode GMIT yang Dibacakan di Depan Ahok BTP

"Nggak usah mimpi, nggak. Pokoknya nggak," kat pria kelahiran 29 Juni 1966 ini kepada seluruh peserta yang memenuhi halaman kantor DPD PDIP NTT.

Untuk pertanyan kemungkinan ia menjadi menteri dalam kabinet pemerintahan Jokowi-Maa'ruf, ia menegaskan bahwa meskipun dirinya tidak menjadi menteripun ia masih bisa membantu presiden Jokowi dalam pekerjaan yang ia lakukan.

Begini Reaksi dan Tanggapan Ahok BTP Saat Diminta Jadi Gubernur NTT

"Tidak jadi menteri juga bisa bantu, kenapa harus jadi menteri?" Tanya suami Puput nastiti Devi ini retoris kepada hadirin.

Ia mengatakan bahwa dirinya terpanggil untuk menyelamatkan bangsa yang sedang dalam kondisi bahaya karena adanya kekuatan yang ingin mengganti dasar Negara dengan gerakan gerakan termasuk gerakan radikal yang makin masif.

Oleh karenanya, pilihan menjadi politisi melalui kendaraan partai nasionalis yang terbukti seperti PDI Perjuangan menjadi salah satu jawaban atas mimpinya untuk menyelamatkan bangsa dan Negara.

"Setelah saya masuk dalam tahanan, saya mengerti bahwa negara ini dalam kondisi bahaya. Lima tahun ini kalau partai nasionalis tidak memenangkan hati rakyat, kita bisa bahaya. Makanya saya bermimpi saya harus masuk patai yang telah terbukti nasionalis," ungkapnya.

Halaman
1234
Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved