Kamis, 30 April 2026

Jadi Viral, Guru Ikat dan Lecehkan Siswa, Mental Korban Terguncang, Begini Kondisinya

Jadi viral, Guru Ikat dan Lecehkan Siswa, Mental Korban Terguncang, Begini Kondisinya

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
KOMPAS.com/THINKSTOCKS/SEBASTIAN OSECONDI
Ilustrasi pelecehan 

Jadi viral, Guru Ikat dan Lecehkan Siswa, Mental Korban Terguncang, Begini Kondisinya

POS-KUPANG.COM - Kasus seorang guru di salah satu SMA di Tanjungpinang, Riau, yang diduga melecehkan seorang murid laki-lakinya terus diusut polisi.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Ali mengatakan, pihaknya akan segeramenjemput oknum guru SMA tersebut dan melakukan pemeriksaan.

Gara-gara Ampas Kopi, 2 Siswa SMA di Bandung Raih Medali Emas di Korea, Kok Bisa?

Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kepri, Ery Syahrial mengatakan, kasus pelecehan seksual menyimpang tersebut terjadi setahun yang lalu.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Mengikat korban dan merekamnya

Ery menjelaskan, kejadian ini berawal saat guru itu menyukai siswa yang menjadi korban. Namun, murid tersebut sama sekali tidak merespons. Akhirnya, oknum guru itu menjebak murid itu. Murid tersebut kemudian diikat dan dipaksa menunjukkan kemaluan dan onani di hadapan guru itu.

Pemilu 2019, PKB NTT Raih 80 Kursi di DPRD NTT dan Kabupaten/Kota

"Kalau dilihat dari kronologinya, guru ini diduga LGBT," kata Ery.

Tidak sampai di situ, adegan itu kemudian direkam sang guru. Di dalam rekaman terdengar bahwa guru itu memaksa korban untuk melayaninya. Parahnya lagi, rekaman itu sekarang sudah tersebar luas.

2. Dikecam KPPAD Kepri

Ery melanjutkan, perbuatan oknum guru tersebut sangat tidak terpuji dan harus diusut tuntas.

"Ini perbuatan memalukan yang tidak pantas untuk ditiru," kata Ery melalui sambungan telepon, Sabtu (10/8/2019).

Seperti diketahui, oknum guru tersebut mengikat seorang murid laki-laki lalu melakukan tindakan tidak senonoh untuk melayani kebutuhan seks menyimpang guru tersebut.

3. Rekaman beredar luas, korban syok

Menurut Ery, korban diikat dan dipaksa menunjukkan kemaluan dan onani di hadapan guru itu. "Kalau dilihat dari kronologinya, guru ini diduga LGBT," kata Ery.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved