Pelatih Kalteng Putra Gomes de Oliveira Ungkap Kunci Kemenangan Skuadnya Atas Arema FC
Pelatih Kalteng Putra, Gomes de Oliveira mengungkap kunci kemenangan anak asuhnya atas Arema FC di Stadion Tuah Pahoe Palangkaraya,
POS KUPANG.COM - - Pelatih Kalteng Putra, Gomes de Oliveira mengungkap kunci kemenangan anak asuhnya atas Arema FC di Stadion Tuah Pahoe Palangkaraya, Rabu (7/8/2019) malam.
Kalteng Putra menang dengan skor 4-2.
Gomes de Oliveira mengatakan anak asuhnya bisa mengalahkan Arema FC karena bermain sesuai karakter sebenarnya.
• Gagal Curi Poin Penuh di Kandang Persela Lamongan, Bobotoh Bentangkan Sindiran Persib Bandung
• Ketajaman Striker Persib Bandung Ezechiel Ndouassel Menurun, Ini Kata Staf Pelatih Maung Bandung
Menurutnya, para pemain bermain dengan tekanan tinggi dan serangan cepat sehingga berbuah gol di menit-3 yang dicetak Patrich Wanggai.
“Kami bermain cepat dan mengandalkan kolektivitas untuk mengatasi Arema FC.”
“Kami tahu Arema FC adalah tim besar dengan pemain berkualitas.”
“Tapi kami juga menunjukkan kualitas yang kami miliki,” kata Gomes de Oliveira kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (8/8/2019).
Sementara itu kiper Kalteng, David Ariyanto mengatakan kemenangan ini merupakan hasil perjuangan semua elemen di Kalteng Putra.
“Alhamdulillah atas kemenangan ini. Ini kerja keras semua pemain, pelatih, manajemen, dan suporter.”
“Semoga kedepan lebih baik lagi dan fokus ke pertandingan berikutnya,” tutur David.
• AWAS Serangan Jantung - Saat Bermain Bola, Kiper Umur 40 Tahun Tiba-tiba Jatuh
• Punya Suami Anggota TNI, Dosen Cantik Dicintai Mahasiswanya lalu Ungkapkan Perasaan, Kronologi
Ada dua penyebab yang membuat Singo Edan gagal memetik poin dari pertandingan Kalteng Putra vs Arema FC di Stadion Tuah Pahoe Palangkaraya, Rabu (7/8/2019) malam.
Arema FC kalah 2-4 dari Kalteng Putra.
Pelatih Arema FC, Milomir Seslija mengatakan ada beberapa hal yang membuat tim asuhannya kalah dari Kalteng Putra.
Pertama, nafsu para pemain yang ingin mecetak gol.
“Para pemain kami terlalu bernafsu mencetak gol. Tapi, saat kehilangan bola dalam kondisi menyerang, kami terlambat mengorganisasikan permain.”