Kabupaten Kupang- Desa Manusak Hasilkan Perdes Desa Siaga Aktif
Pemerintah Desa dan elemen terkait lainnya berhasil membahas Peraturan Desa (Perdes) nomor : 5 tahun 2019.
Penulis: Edy Hayong | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong
POS KUPANG.COM I OELAMASI--Pemerintah Desa dan elemen terkait lainnya berhasil membahas Peraturan Desa (Perdes) nomor : 5 tahun 2019.
Perdes ini tentang pembentukan desa siaga aktif yang rujukan pada UU Kesehatan nomor : 36 tahun 2009 dan tingkat desa rujukan pada Perdes nomor : 3 tahun 2017 tentang kesehatan desa.
Kepala Desa Manusak, Arthur Ximenes, S.H, menyampaikan hal ini kepada POS KUPANG.COM, Kamis (8/8/2019).
Menurut Arthur, terkait pembentukan Perdes Desa Siaga Aktif tahun 2019, pihaknya melibatkan semua unsur. Pihak yang terlibat selain aparat pemerintah desa, juga BPD, pihak Puskesmas Naibonat, bidan perawat yang ada di Poskesdes di Manusak. Dalam pembahasan Perdes ini menghasilkan beberapa keputusan terkait iuran wajib.
• Pemda Nagekeo Tidak Boleh Terlena Terkait Pencabutan Daerah Tertinggal
• Mantan Kekasih Digugat Ganti Rugi Rp 408 juta Ajukan Dua Orang Saksi di PN Maumere
"Iuran wajib bagi perangkat desa, BPD Rp 25.000/ bulan, RT/RW unsur tokoh masyarakat dan warga Rp 2.000/bulan/KK. Pengelolaan dilakukan PKK dalam hal ini pokja 4 dan dikendalikan ketua PKK. Nanti berkoordinasi dengan tim desa siaga yang didalamnya ada petugas kesling desa, unsur BPD dan Posyandu," katanya.
Dikatakannya, pembentukan perdes ini nantinya ada payung hukum buat tim dalam bekerja. Mereka akan disiapkan satu ruangan khusus sehingga mempermudah proses pelayanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan pertolongan.
"Jadi keterlibatan berbagai unsur dan profesi dalam pelayanan kesehatan di desa. Ini bentuk tanggung jawab moril kepada masyarakat. Unsur gotong royong saling membantu secara sukarela iuran wajib untuk bantu sesama," ujarnya.
Dikatakannya, tugas tim adalah memonitor papan bersalin bilamana ada ibu yang bersalin maka segera diambil langkah cepat. Dengan dana yang ada minimal bisa membantu meringankan proses persalinan karena warga desa ini tingkat kemiskinan masih tinggi.
"Fasilitas seperti ambulans, bidan desa tersedia. Kita berpartisipasi meringankan beban hidup warga walaupun cuma sedikit tapi ini tanggung jawab moril kita kepada sesama. Uang iuran itu dalam penagihan akan dijemput diberikan ke bendahara desa siaga dan bersama ketua memasukannya ke rekening desa siaga. Prosesnya transparan," tambahnya.
BalasBalas ke semuaTeruskan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/arthur-ximenes.jpg)