Pemda Nagekeo Tidak Boleh Terlena Terkait Pencabutan Daerah Tertinggal

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia mengeluarkan keputusan pencabutan beberapa daerah

Pemda Nagekeo Tidak Boleh Terlena Terkait Pencabutan Daerah Tertinggal
POS-KUPANG.COM/ GORDI DONOFAN
Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja, saat ikut Festival 101 Dhongi Koti yang digelar oleh Suku Nataia 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia mengeluarkan keputusan pencabutan beberapa daerah tertinggal di Indonesia.

Pencabutan daerah tertinggal tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Nomor 79 Tahun 2019 tentang Penetapan Kabupaten Daerah Tertinggal Yang Terentaskan Tahun 2015-2019 pada 31 Juli 2019 lalu.

Dalam keputusan tersebut, terdapat 62 kabupaten dari 23 provinsi di Indonesia yang memeroleh status terentaskan dari status daerah tertinggal.

Di NTT sendiri, terdapat lima daerah yakni Ende, Nagekeo, Manggarai, Manggarai Barat dan NTT.

Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT Kunjungi Desa Satar Tesem. Ini yang Dilakukan PKK NTT

Oknum DPRD Sikka Caci Maki Warga Palue, Penyidik  Periksa  Lagi  Pelapor

Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja, menegaskan, keputusan itu menjadi motivasi kepada Pemerintah Nagekeo untuk terus berjuang bersama DPRD untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.

Marianus Waja menyebutkan, mungkin secara sosiologis keputusan itu ada baiknya. Terkait Kabupaten Nagekeo sudah berusia 12 tahun. Namun ada aspek lainnya yang dilakukan oleh Kemendes PDTT sehingga Nagekeo sudah bukan daerah tertinggal lagi.

"Saya mau mengatakan bahwa menetapkan daerah mana yang yang disebut daerah tertinggal itu mungkin Kemendes PDTT RI menganalisa dari kriteria lain. Sehingga kita sudah tidak masuk lagi daerah tertinggal. Dari sosiologis mungkin lebih dari 10 tahun ini dan ke 12 ini bisa terlepas daerah tertinggal," ungkap Marianus Wajah, kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (8/8/2019).

Marianus menegaskan pencabutan daerah tertinggal menjadi motivasi Pemda Nagekeo untuk bisa memastikan apakah memang sesuai fakta dilapangan atau tidak.

Ngaku dari Tulungagung, Perempuan Muda asal Nganjuk Tewas di Sungai

Pemda Nagekeo, kata Marianus jangan terlena tapi selalu berupaya untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

"Kita jangan terlena dengan kajian itu. Kita itu harus benar-benar melihat kondisi riil masyarakat. Kita harus bekerja sebagai pemimpin dan bersama semua teman-teman anggota dewan. Ini realistis atau tidak," ungkap Marianus.

Marianus mengatakan masih banyak kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah pada tahun yang akan datang.

Infstruktur jalan, jembatan, air minum bersih serta listrik pemerintah terus berupaya agar semuanya dipenuhi.

"Saya tidak mau berkomentar banyak terkait pencabutan daerah tertinggal. Kita tidak mau senang. Kita melakukan kunjungan kerja ke wilayah-wilayah masih mendapatkan warga susah akses air bersih. Untuk pelayanan dasar kita perlu mulai dari sekarang," ujar Marianus. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved