Nelayan Sulamu Gembira Harga Rumput Laut Semakin Baik

Petani nelayan Sulamu Kabupaten Kupang Gembira harga Rumput Laut semakin baik

Nelayan Sulamu Gembira Harga Rumput Laut Semakin Baik
POS-KUPANG.COM/Edi Hayong
Petani nelayan rumput laut di Sulamu ketika panen hasil, Selasa (6/8/2019) 

Petani nelayan Sulamu Kabupaten Kupang Gembira harga Rumput Laut semakin baik

POS-KUPANG.COM | SULAMU - Petani nelayan Kelurahan Sulamu, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang gembira soal harga rumput laut.

Harga yang semakin baik ini terutama rumput laut yang sudah dikeringkan naik dari Rp 7.000 per kilogram menjadi Rp 22.000 perkilogram. Sementara harga rumput laut mentah Rp 3.000 per kilogram.

Hal ini diungkapkan salah satu nelayan rumput laut, Adi Abidin ketika ditemui POS- KUPANG.COM di Kelurahan Sulamu, Selasa (6/8/2019).

Begini Cara Kerja Bupati dan Wabup Flotim demi Suksesnya Pengelolaan Dana Desa

Adi Abidin yang merupakan nelayan asal Sulawesi yang sudah 20 tahun tinggal di Sulamu mengatakan, mengembangkan usaha rumput laut ini susah-susah gampang. Gampang karena tidak membutuhkan pupuk ataupun hal lain untuk perkembangannya. Rumput laut tinggal dimasukan ke air laut dan menunggu sampai 40 hari sudah bisa dipanen.

"Kalau susahnya, kalau kena penyakit. Syukur sekarang ini harga makin baik. Kenaikan harga memang berdasarkan kenaikan Nilai Dollar. Sekarang harga rumput laut Rp 22.000 per kilogram kering," kata Adi.

Bupati Belu Bersama Dandim dan Kajari Tanam Padi di Sawah Ambros, Begini Reaksi Pemilik Sawah

Ditambahkannya, usaha yang ada merupakan usaha pribadi tanpa kelompok. Usaha ini dilakukan mengikuti musim dimana memasuki Agustus-September kondisi laut sangat bagus. Setelah bibit dilepas di laut maka petani nelayan bisa berusaha yang lain sambil menunggu waktu panen.

Sementara Gubernur NTT, Viktor Laiskodat didampingi Wakapolda NTT, Brigjen Joni Asadoma dalam lawatannya ke Sulamu membantu petani nelayan sebanyak 666 orang bantuan tali nilon dan bibit rumput laut sebanyak 40 kilogram.

Gubernur berpesan kepada warga untuk menekuninya dengan baik karena kedepan memiliki prospek yang bagus. Potensi alam NTT seperti rumput laut sudah diberikan secara cuma-cuma oleh Tuhan, maka saatnya warga mengembangkannya untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

"Kita (warga NTT) jangan lagi dicap miskin dan terbelakang. Saatnya kita bangkit. Saya minta gereja ikut bersama pemerintah mendorong warga mengembangkan potensi yang kita miliki. Ada rumput laut, kelor, gewang dan banyak lagi," pesan Gubernur Viktor. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved