Tak Disukai PDI-P, Bagaimana Peran Luhut? Refly Harun Nilai Masih Sangat Dipercaya Jokowi

Pengamat Politik Refly Harun menilai Luhut Binsar Panjaitan masih punya peranan kuat dalam lingkaran tokoh di sekitar Joko Widodo.

Tak Disukai PDI-P, Bagaimana Peran Luhut? Refly Harun Nilai Masih Sangat Dipercaya Jokowi
POS KUPANG/FELIX JANGGU
Menko Luhut Binsar Pandjaitan mengenakan kain Lamaholot.saat berada di Larantuka, Selasa (31/10/2017). 

Tak Disukai PDIP, Bagaimana Peran Luhut? Refly Harun Nilai Masih Sangat Dipercaya Jokowi

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Pengamat Politik Refly Harun menilai Luhut Binsar Panjaitan masih punya peranan kuat dalam lingkaran tokoh di sekitar Joko Widodo .

Luhut masih mendapatkan kepercayaan besar dari Jokowi untuk mengurusi masalah-masalah politik yang ada.

Bukan cuma diandalkan dan mampu bekerja baik, secara finansial Luhut juga terbilang cukup kuat.

"Jadi the degree of trust, tingkat kepercayaan pak Jokowi terhadap pak Luhut itu tinggi, karena dia workable dan tentu secara finansial pun dia kuat," ungkap Refly, Sabtu (3/8/2019).

Kedekatan Luhut dengan Jokowi cukup jelas terlihat ketika dirinya tetap menjalankan fungsi yang sama meski jabatannya terus berganti.

Semisal ketika Luhut menjadi Kepala Kantor Staf Presiden, kemudian berganti menduduki Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan  (Menkopolhukam ), berubah lagi menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman  ( Menkomaritim ), Luhut tetap menjalankan fungsinya mengurusi masalah-masalah politik.

"Luhut ini menurut saya punya kedekatan lebih dibandingkan yang lain. Karena itu jabatannya bisa berganti tapi fungsinya dalam tanda kutip 'utusan Jokowi' menyelesaikan masalah politik tidak berubah," jelas dia.

Namun memasuki periode kedua pemerintahan Jokowi, peran
Luhut lambat laun bergeser karena PDI-P sebagai penyokong terbesar Jokowi disebut tak begitu suka dengan sosok Luhut.

Ditambah baru-baru ini Partai Nasdem dan lingkaran disekitar Jokowi mencuatkan persaingan dalam perebutan posisi di pemerintahan.

"Kalau periode kedua ini, Luhut kan bukan lingkaran PDI-P. Sudah rahasia umum PDI-P sebagai penyokong terbesar saham Jokowi tidak begitu suka. Dalam politik biasa lah intrik politik," ungkap Refly.

Gempa Banten, Sementara Empat Orang Meninggal, Santunan Rp 15 Juta per jiwa, 1.050 Jiwa Mengungsi

Live On Bein Sport 1, Liverpool vs Man City Saatnya Uji Juara Liga Primer vs Juara Liga Champions

Setelah Hotman Paris Nikita Mirzani Kini Ponakan Dewi Persik Rosa Meldianti Sindir Barbie Kumalasari

Menurutnya, jelang pembentukan kabinet kerja Jilid II pemerintahan Joko Widodo, partai politik pengusung sedang sibuk hitung-hitungan. Mereka kini tengah sibuk menghitung dan menakar seberapa besar investasi politik yang telah digelontorkan dan berpengaruh terhadap kemenangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.

"Jelang pembentukan kabinet untuk Jilid ke-2 saya kira semua pihak sedang bergerilya dan menghitung berapa besar investasi politik yang sudah mereka tanam untuk kemenangan Jokowi," ujar Refly.

Lanjut Refly, geng koalisi parpol yang sedang sibuk hitung-hitungan juga dilakukan oleh Partai Nasdem dan tokoh-tokoh dilingkaran Jokowi lainnya. Tapi menurutnya, itu wajar dilakukan karena masing-masing parpol ingin menunjukkan sebesar apa pengaruh mereka dalam kemenangan Jokowi-Ma'ruf.

"Kalau kita bicara tentang persaingan politik itu ya ada persaingan antar geng politik. Jadi persaingan antar pendukung sendiri," ungkapnya. (tribun network/dng)

Editor: Alfred Dama
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved