97.719 Peserta BPJS PBI Cabang Atambua Dinonaktifkan, Ini Alasannya!

Sebanyak 97.719 Peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di wilayah kerja Kantor BPJS Cabang Atambua dinonaktifkan.

97.719 Peserta BPJS PBI Cabang Atambua Dinonaktifkan, Ini Alasannya!
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Kepala Bidang Perluasan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Atambua, I Putu Fery Wibawa 

97.719 Peserta BPJS PBI Cabang Atambua Dinonaktifkan, Ini Alasannya!

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM| ATAMBUA- Sebanyak 97.719 Peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di wilayah kerja Kantor BPJS Cabang Atambua dinonaktifkan.

Penonaktifan peserta ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Sosial Nomor 79 tahun 2019 tentang Penonaktifan dan Perubahan Data Peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan (PBI) Kesehatan Nasional Tahun 2019 tahap ke Enam, Per tanggal 1 Agustus 2019.

Kepala BPJS Kesehatan Atambua, Munaqib melalui Kepala Bidang Perluasan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Atambua, I Putu Fery Wibawa mengatakan hal itu kepada Pos-Kupang. Com, Jumat (2/8/2019).

Menurut Fery demikian ia disapa, Kementerian Sosial menonaktifkan peserta PBI jaminan kesehatan sejumlah 97. 719 orang di wilayah kerja Kantor BPJS Cabang Atambua. Jumlah ini tersebar di empat kabupaten yakni, Kabupaten Belu sebanyak 7.545 orang, Kabupaten TTS 56.473, Kabupaten TTU 17.909 dan Kabupaten Malaka sebanyak 15.828 orang.

Sesuai informasi yang diperoleh BPJS, Kemensos menonaktifkan peserta PBI jaminan kesehatan karena data peserta yang bersangkutan tidak masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT) Kementerian Sosial.

"Alasan yang kita dapat bahwa data tersebut tidak masuk dalam daftar basis data terpadu atau BDT sehingga dinonaktifkan", kata Fery.

Waduh, Wanita Ini Diminta Ganti Rugi Rp 408 Juta Bila Kawin dengan Pria Lain, Simak Ceritanya!

Fery mengatakan, penonaktifan peserta PBI jaminan kesehatan ini merupakan keputusan Mensos yang dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan. Penonaktifan peserta tersebut bukan karena alasan tunggak membayar tetapi karena alasan tidak terdaftar dalam Basis Data Terpadu Kementerian Sosial.

Peserta yang dinonaktifkan hanya peserta penerima bantuan iuran (PBI) yang dibiaya oleh Dana APBN sedangkan peserta BPJS Kesehatan kategori yang lain tidak berpengaruh dengan adanya SK Kemensos nomor Nomor 79/ HUK/ 2019 tersebut.

Menurut Fery, Kemensos sudah memasukan kembali peserta penggantinya sesuai data basis terpadu yang dimiliki Mensos. Data peserta pengganti itu ada yang lebih banyak dari jumlah peserta yang dinonaktifkan dan ada yang berkurang.

Hal Ini yang Ditekankan Ketua Umum Intakindo, Djoko Soepriyono Pada Tenaga Jasa Konstruksi

Sesuai data BPJS Cabang Belu, di Kabupaten Belu, jumlah peserta yang dinonaktifkan sebanyak
sebanyak 7.545 orang, peserta penggantinya sebanyak 8.049 orang. Kabupaten Malaka yang dinonaktifkan sebanyak 15.828 orang sedangkan penggantinya 22. 636 orang. Peserta pengganti tersebut sudah diaktifkan sejak 1 Agustus 2019.

Sementara yang terjadi penurunan yakni Kabupaten TTU dan TTS. Di TTU, jumlah peserta yang dinonaktifkan sebanyak 17.909 orang, peserta pengganti sebanyak 15.875 orang, Kabupaten TTS peserta yang dinonaktifkan sebanyak 56.473 sementara penggantinya 27.778 peserta.

Total peserta pengganti di wilayah kerja BPJS Cabang Atambua sebanyak 74.338 peserta.

Agung Hercules Meninggal, Terungkap Janjinya 6 Bulan Lalu yang Sudah Ditepati

Menurut Fery, sampai dengan Jumat (2/8/2019), BPJS Cabang Atambua belum mendapat pengaduan dari peserta BPJS. Jika pun ada yang mengadu, BPJS siap memberikan penjelasan sehingga masyarakat dapat mengetahuinya secara jelas. Secara lembaga, BPJS Cabang Atambua sudah melaporkan hal ini kepada pemerintah daerah. (*).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved