Renungan Harian Kristen Protestan
Renungan Harian Kristen Kamis 1 Agustus 2019 ''Apakah Anda Pemimpin yang Sehat?
Renungan Harian Kristen Kamis 1 Agustus 2019 ''Apakah Anda Pemimpin yang Sehat?
Renungan Harian Kristen Protestan
Kamis 1 Agustus 2019
Oleh Pdt. Imelda Blegur
''Apakah Anda Pemimpin yang Sehat?
Apakah anda pemimpin yang sehat? Kalau pemimpin ibarat tanaman, dan apabila ia dianggap ranting yang melekat pada pokok dari sebuah pohon.
Kalau pokoknya kuat dan kokoh maka rantingnya sehat dan kuat. Maka pemimpin Kristen ibarat ranting yang melekat pada pokoknya yakni Yesus.
Pemimpin memperoleh sumber “kehidupan dan kekuatannya” hanya dari Kristus, di luar itu ia akan gagal dan tidak menghasilkan buah-buah yang diharapkan darinya.
Sebab Yesus berkata: “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. 2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. 4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.
Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. 5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.
Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa ” (Yohanes 15:1-5).
Banyak pemimpin ketika berada dalam jabatan kepemimpinanya merasa bahwa ia paling baik sehingga mampu mencapai jabatan kepemimpinannya. Namun sangat disayangkan jika dalam kenyataannya banyak pemimpin yang gagal menjalankan masa kepemimpinannya sesuai dengan waktu yang dipercayakan.
Kegagalan yang terjadi bisa dikarenakan kualitas dan kemampuan kepemimpinan yang tidak maksimal atau karena karakter dari sang pemimpn yang belum mampu menunjukkan teladan kepemimpinan yang baik dan benar.
Namun tidak dipungkiri juga bahwa banyak pemimpin yang merasa dirinya memiliki kemampuan dan telah maksimal mengerjakan bagiannya, namun pencapaian hasil yang diharapkan tidak sesuai. Kekecewaan, perasaan tidak puas bahkan marah terhadap orang lain dan diri sendiri bisa menjadi bagian dari diri seorang pemimpin di saat sulit seperti itu.
Untuk itu sebagai seorang pemimpin, mari mengoreksi diri lewat tiga pertanyaan dasar berikut ini: pertama, sebagai pemimpin, apakah anda sudah melakukan pekerjaan dengan sangat baik namun anda tidak melihat dampak nyatanya?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pdt-imelda-blegur.jpg)