Kamis, 16 April 2026

Mollo Utara dan Fatumnasi TTS Kaya Akan Wisata Alam

Wilayah Kecamatan Mollo Utara dan Fatumnasi Kabupaten TTS Kaya Akan Wisata Alam

Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Keindahan pemandangan Danau Nausus 

Di tengah-tengah danau, terdapat dataran yang ditumbuhi rerumputan dan terdapat sebuah lopo yang dalam kondisi rusak.

Di pinggir danau sisi kiri dan kanan, terdapat lopo yang bisa digunakan oleh pengunjung untuk bersantai sambil menikmati keindahan danau Nausus.

Sedangkan Fatumnasi, menawarkan pesona hutan Bonsai yang langkah. Berada di hutan bonsai ini membuat para pengunjung seakan berada di negeri dogeng.

Barisan pepohonan bonsai yang tumbuh tinggi menjulang dengan lumut berwarna hijau yang tumbuh menutupi akar dan kulit batang pohon bonsai.

Di sela-sela pepohonan bonsai, nampak rumput hijau menutupi permukaan tanah. Hutan bonsai ini masuk dalam cagar alam mutis oleh sebab itu, di sekitar hutan bonsai, kita juga bisa menemukan pepohonan dengan diameter batang berukuran super besar. Di kawasan hutan bonsai ini sering ditutupi dengan kabut apa lagi di saat musim penghujan dan musim dingin.

Sayangnya, kekayaan obyek wisata alam di kecamatan Mollo Utara dan Fatumnasi belum tersentuh oleh penataan dari Pemda TTS.

Kepala Desa Fatukoto, Yosafat Baun menyambut baik niat Pemerintah Propinsi NTT untuk menata obyek wisata di Kecamatan Mollo Utara dan Fatumnasi.

Ia menyebut, obyek wisata di Desa Fatukoto sangat indah dan masih sangat alami, namun masih minim sentuhan Pemerintah untuk menata obyek wisata semakin cantik.

Dia optimis, dengan sentuhan penataan dari pemerintah Propinsi NTT, maka obyek wisata danau Nausus dan bukit Marmer Nausus akan semakin cantik sehingga tingkat kunjungan wisatawan semakin tinggi.

"Saat ini obyek wisata alam kita masih sangat alami. Jika pemerintah mau menatanya dengan membangun fasilitas penunjang pasti kita dukung. Selaku kepala desa, saya berharap, selain penataan kita berharap ada juga pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat sekitar bisa menjadi pelaku wisata," pintanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved