Mollo Utara dan Fatumnasi TTS Kaya Akan Wisata Alam
Wilayah Kecamatan Mollo Utara dan Fatumnasi Kabupaten TTS Kaya Akan Wisata Alam
Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
Wilayah Kecamatan Mollo Utara dan Fatumnasi Kabupaten TTS Kaya Akan Wisata Alam
POS-KUPANG.COM | SOE - Kabupaten TTS dikaruniai dengan kekayaan obyek wisata alam yang melimpah. Dua kecamatan yang terkenal dengan kekayaan akan obyek wisata alam adalah Kecamatan Mollo Utara dan Fatumnasi.
Selain kaya akan obyek wisata alam, dua kecamatan ini terkenal dengan suhunya yang dingin dan kabut yang cukup sering menutupi wilayah ini.
• Pemkab Sumba Timur Sambut Baik Penataan Destinasi Pariwisata Praimadita
Mollo Utara, terkenal dengan obyek wisata Danau Nausus, Bukit Marmer Nausus,Bukit Bikium dan bukit Marmer Tunua. Sedangkan Fatumnasi, terkenal dengan pesona hutan bonsai yang langkah dan unik.
Bukit marmer Nausus yang terletak di Desa Fatukoto, Kecamatan Mollo Utara memiliki keunikan tersendiri.
Selain mengandung marmer, bekas pahatan marmer di dua bukit batu marmer ini membentuk sudut kemiringan 90 derajat. Dinding bukit batu marmer bekas pahatan memiliki permukaan yang datar dan licin.
• CIS Timor Dukung Program Pariwisata Pemkab Kupang
Dua bukit batu marmer ini hanya berjarak sekitar 5 meter dengan ketinggian masing bukit berkisar 100 meter lebih.
Di bagian depan bukit batu marmer terdapat hutan pinus yang lebat. Karena suhu di lokasi ini cukup dingin, batang pohon pinus nampak ditumbuhi lumut.
Di antara barisan pohon Pinus terlihat rerumputan hijau tumbuh dengan suburnya. Sisa pahatan batu marmer yang sudah berbentuk kotak-kotak nampak masih tersimpan di beberapa titik tak jauh dari lokasi bukit batu marmer.
Batu marmer berbentuk kotak tersebut belum sempat diangkut saat masyarakat Fatukoto berdemo menuntut aktivitas tambang marmer segera dihentikan.
Pasca dihentikan, batu marmer yang belum sempat diangkut dibiarkan tersimpan di lokasi bukit batu marmer Nausus.
Lokasi obyek wisata batu marmer Nausus sendiri saat ini sudah dikelolah oleh kelompok OST bentukan anggota DPRD Provinsi NTT, Aleta Baun.
Tak hanya itu, masih di Desa Fatukoto terdapat Danau Nausus. Danau yang terletak tepat di pinggir jalan Kabupaten ini, menawarkan panorama alam yang indah.
Pasalnya, danau ini berada di antara hutan Pinus nan lebat dengan rerumputan hijau yang tumbuh subur di antara barisan pohon Pinus.
Menariknya lagi, dari pinggir danau ke arah timur, para pengunjung bisa melihat dua bukit batu marmer Nausus yang terkenal.
Di tengah-tengah danau, terdapat dataran yang ditumbuhi rerumputan dan terdapat sebuah lopo yang dalam kondisi rusak.
Di pinggir danau sisi kiri dan kanan, terdapat lopo yang bisa digunakan oleh pengunjung untuk bersantai sambil menikmati keindahan danau Nausus.
Sedangkan Fatumnasi, menawarkan pesona hutan Bonsai yang langkah. Berada di hutan bonsai ini membuat para pengunjung seakan berada di negeri dogeng.
Barisan pepohonan bonsai yang tumbuh tinggi menjulang dengan lumut berwarna hijau yang tumbuh menutupi akar dan kulit batang pohon bonsai.
Di sela-sela pepohonan bonsai, nampak rumput hijau menutupi permukaan tanah. Hutan bonsai ini masuk dalam cagar alam mutis oleh sebab itu, di sekitar hutan bonsai, kita juga bisa menemukan pepohonan dengan diameter batang berukuran super besar. Di kawasan hutan bonsai ini sering ditutupi dengan kabut apa lagi di saat musim penghujan dan musim dingin.
Sayangnya, kekayaan obyek wisata alam di kecamatan Mollo Utara dan Fatumnasi belum tersentuh oleh penataan dari Pemda TTS.
Kepala Desa Fatukoto, Yosafat Baun menyambut baik niat Pemerintah Propinsi NTT untuk menata obyek wisata di Kecamatan Mollo Utara dan Fatumnasi.
Ia menyebut, obyek wisata di Desa Fatukoto sangat indah dan masih sangat alami, namun masih minim sentuhan Pemerintah untuk menata obyek wisata semakin cantik.
Dia optimis, dengan sentuhan penataan dari pemerintah Propinsi NTT, maka obyek wisata danau Nausus dan bukit Marmer Nausus akan semakin cantik sehingga tingkat kunjungan wisatawan semakin tinggi.
"Saat ini obyek wisata alam kita masih sangat alami. Jika pemerintah mau menatanya dengan membangun fasilitas penunjang pasti kita dukung. Selaku kepala desa, saya berharap, selain penataan kita berharap ada juga pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat sekitar bisa menjadi pelaku wisata," pintanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/mollo-utara-dan-fatumnasi-tts-kaya-akan-wisata-alam.jpg)