Fakultas Pertanian Unika Indonesia Stu. Paulus Ruteng Siap Majukan Pertanian Berkelanjutan

Ini komitmen Fakultas Pertanian Unika Indonesia Stu. Paulus Ruteng, Kabupaten Manggarai

Penulis: Aris Ninu | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/ Aris Ninu
Dr. Marianus Mantovanny Tapung 

Fakultas Pertanian Unika Indonesia Stu. Paulus Ruteng Siap Majukan Pertanian Berkelanjutan

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM | RUTENG-Sejak diresmikan menjadi Universitas Katolik Indonesia (Unika) Stu. Paulus Ruteng oleh Menteri Riset dan Teknologi RI maka ada fakultas baru yang dibuka dan telah mengantongi ijin.

Fakultas tersebut ada Fakultas Pertanian Unika Indonesia Stu. Paulus Ruteng yang memilikki dua program studi yakni Sosial Ekonomi Pertanian (SEP) dan Agronomi.

Keduanya diselenggarakan untuk memajukan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di bidang pertanian.

Demikiab press release yang dikirim Fakultas Pertanian Unika Indonesia Stu
Paulus Ruteng melalui Dr. Marianus Mantovanny Tapung kepada POS-KUPANG.COM di Ruteng, Sabtu (27/7/2019) sore.

Ia menjelaskan, Fakultas Pertanian Unika Indonesia Stu. Paulus Ruteng berkomitmen memajukan pertanian secara berkelanjutan dengan memperhatikan unsur kearifan lokal dan kebutuhan nasional, baik di bidang sosial ekonomi pertanian (agribisnis) maupun di bidang agronomi (budidaya).

Puluhan Anak Binaan LPKA Kelas I Kupang Ikut Perayaan Hari Anak

Dalam Press tersebut, dikatakan, berpijak pada UU Nomor 12 Tahun 2012 dan Permenristekdikti No.44/2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, kurikulum program studi SEP dan Agronomi menjadi alat kelengkapan dan ketentuan dasar dalam aktivitas pembelajaran.

Sebagai unsur penting pembelajaran, maka kurikulum kedua program studi ini wajib direncanakan secara baik sehingga dapat berproses dengan baik dan benar, dengan metode pembelajaran yang tepat.

Sementara menurut Perpres No. 08/2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), kurikulum termasuk kurikulum pada Fakultas Pertanian perlu memuat tiga komponen penting yang saling terkait, yakni penjenjangan, penyetaraan, serta capaian pembelajaran (learning outcome).

Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan dari perencanaan, proses dan dan metode yang baik akan menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dalam sikap dan tata nilai kreatif, inovatif dan bertanggung jawab dalam mengembangkan Iptek di bidang pertanian yang berwawasan global, ramah lingkungan berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan Iman Katolik.

Nah, sebagai langkah awal untuk memenuhi tuntutan kualitas capaian pembelajaran tersebut, maka sangat diperlukan upaya pemantapan dan penguatan struktur kurikulum melalui berbagai kegiatan, salah satunya melalui Focus Group Discussion yang  dilaksanakan, Kamis (25/7/2019) pagi.

Sementara Manto, demikian Dr. Marianus Mantovanny Tapung biasa disapa, mengatakan,  FGD ini dibuat sebagai kegiatan awal agar capaian pembelajaran dan profil lulusan dari Fakultas Pertanian ini, cocok dan sesuai (link and match) dengan kebutuhan masyarakat Manggarai khususnya, serta masyarakat Indonesia umumnya.

Dengan demikian, papar Manto, FGD yang dibuat hari ini bertujuan untuk pertama, membentuk pemahaman bersama terkait profil lulusan yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Manggarai khususnya, serta masyarakat Indonesia umumnya, untuk kemudian dirumuskan dalam capaian pembelajaran.

Kedua, mengintegrasikan pemahaman terkait pembentukan mata kuliah yang sesuai secara internal pengajar atau dosen maupun eksternal seperti yayasan, pemerintah dan masyarakat terkait dengan strukur dan konten kurikulum.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved