Angka Stunting Di TTS mencapai 52,76 Persen

Presentase angka balita stunting di Kabupaten TTS pada tahun 2018 mencapai 52,76 persen. Angka ini menjadi yang tertinggi di propinsi NTT.

Penulis: Dion Kota | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Bupati TTS, Egusem Piether Tahun 

Angka Stunting Di TTS mencapai 52,76 Persen

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM | SOE - Presentase angka balita stunting di Kabupaten TTS pada tahun 2018 mencapai 52,76 persen. Angka ini menjadi yang tertinggi di propinsi NTT.

Oleh sebab itu, Pemda TTS berkomitmen untuk melakukan pencegahan dan penanganan stunting guna menurunkan angka balita stunting di Kabupaten TTS. Dalam setahun, Kabupaten TTS menargetkan penurunan angka stunting sebanyak 5 persen.

Sehingga dalam 5 tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati TTS, Egusem Piether Tahun dan Jhony Army Konay, angka stunting bisa diturunkan hingga 25 persen.

Bupati TTS Egusem Piether Tahun kepada pos kupang.com, Rabu (24/7/2019) di kantor Bupati mengaku, tingginya angka balita stunting di Kabupaten TTS.

Oleh sebab itu kedepannya, penanganan masalah stunting akan dilakukan secara kroyokan oleh seluruh OPD terkait.

Selain itu, lewat dana desa, Bupati Tahun menegaskan adanya intervensi dana desa untuk menekan angka stunting.

Dinkes Sumba Barat Dapat Alokasi DAk Rp 750 Juta Atasi Stunting

"Saat ini kita mulai melaksanakan program remuk stunting untuk percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten TTS. Semua OPD, pemerintah kecamatan serta desa mengambil bagian dalam dalam usaha penurunan angka stunting di Kabupaten TTS. Kita juga akan melakukan rivew APBDes agar ada intervensi dari dana desa untuk menekan angka stunting di Kabupaten TTS. Kita targetkan dalam 5 tahun, angka stunting kita harus turun 25 persen," Ungkap Bupati Tahun.

Terpisah, Kepala Bapeda Kabupaten TTS, Gede Witadarma mengatakan, menurunkan angka stunting jauh lebih muda dari pada menurunkan angka kemiskinan.

Atasi Stunting, OPD Kemakmuran Harus Bisa Terjemahkan Program Gubernur

Ia mengakui, selama ini sudah banyak intervensi dari pemerintah untuk menyelesaikan persoalan ini, namun karena kurangnya koordinasi dan penyaluran bantuan yang kurang tepat sasaran, membuat penurunan angka stunting tidak signifikan.

"Saya optimis kedepan dengan koordinasi yang baik antara seluruh stakeholder dan pemberian bantuan yang tepat sasaran penurunan angka stunting di Kabupaten TTS bisa mencapai target pemerintah, yaitu 5 persen per tahun. Karena prinsipnya menurunkan angka stunting lebih muda dari angka kemiskinan," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, dr. Irene Atte menegaskan untuk menyelesaikan masalah stunting tidak bisa hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan sendiri.

Menurutnya, Dinas kesehatan hanya mendapat porsi 30 persen dan 70 persen lainnya merupakan urusan dinas terkait.

Tekan Angka Stunting, Bupati Raymundus Aktifkan Lagi Gerakan Korpri Pulang Kampung

Ada 30 persen yang menjadi urusan Dinas Kesehatan merupakan urusan gizi spesifik dengan sasaran untuk 1000 hari pertama kehidupan.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved