Warga Basmuti Usul Pendirian SMK

Warga Desa Basmuti, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten TTS mengusulkan pendirian SMK di wilayah itu.

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Adiana Ahmad
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Warga asal Kabupaten TTS menyerahkan cinderamata kepada Ketua Komisi V DPRD NTT , Jimmi Sianto didampingi Winston Rondo usai pertemuan di ruang rapat Komisi V DPRD NTT, Jumat (1972019). 

Warga Basmuti Usul Pendirian SMK

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Warga Desa Basmuti, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten TTS mengusulkan pendirian SMK di wilayah itu.

SMK yang diusulkan untuk dibangun adalah SMK swasta dengan nama SMK Kristen Adamar Basmuti.
Usulan ini disampaikan sejumlah warga Basmuti ketika mendatangi DPRD NTT, Jumat (19/7/2019).

Warga yang datang langsung ke Ruang Rapat Komisi V DPRD NTT. Mereka dipimpin oleh Kepala Desa Basmuti, Asta Lopo.

Hadir pula Kepsek SMP SATAP Basmuti, Gedor Nabunome,S. Pd, Ketua BPD Basmuti, Yulius Benu, Kepala SDI Basmuti, Ohat Lopo serta beberapa warga Basmuti, antara lain, Fitron Sakan, Frans Tomel Sakan, Sipri Natonis ,Zet Sine.
Mereka diterima Anggota Komisi V DPRD NTT, Winston Rondo dan Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi Sianto.
Saat itu, warga Basmuti menyerahian proposal pendirian SMK Kristen Adamar Basmuti kepada Komisi V DPRD NTT. SMK Kristen atau swasta yang diusulkan ini dengan dua jurusan,yakni Jurusan Peternakan , Pertanian dan Teknis Kelistrikan.

Kepala Desa Basmuti, Asta Lopo dan Ketua BPD Basmuti, Yulius Benu mengatakan, selama ini di Kuanfatu tidak ada SMK dan anak-anak mereka yang masuk SMA /SMK harus sampai ke SoE.

The Jak Mania Kecewa Persija Jakarta Terpuruk di Zona Degradasi, Ini Kata Pelatih Julio

"Di Kuanfatu hanya ada SMA ,tapi yang kami usul bangun ini SMK Swasta," kata Asta Lopo.

Ketua BPD Basmuti, Yulius Benu mengatakan, selama inu juga anak-anak mereka dari Basmuti ke SMA Kuanfatu dengan menempuh jalan sekitar 5-6 kilometer dengan berjalan kaki. "Jalannya jauh dan mendaki, sehingga banyak siswa yang putus sekolah," kata Yulius Benu.

Dikatakan, saat ini,warga sudah nenyiapkan lahan untuk pembangunan sekolah,karena itu mereka datang ini untuk meminta bantuan DPRD NTT.
Anggota Komisi V DPRD NTT,

Breakingnews: Di Kabupaten Ngada-NTT, Warga Desa Nabalena Ditemukan Tewas, Dugaan Sementara

Winston Rondo mengatakan, setelah menerima usulan dari warga asal TTS itu, dirinya akan melanjutkan ke pimpinan Komisi dan selanjutnya akan dibahas dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT.

"Tiga bulan ini harus ada izin, karena apabila tidak,maka bisa ditutup. Harus diupayakan sehingga masuk dalam dapodik, atau paling tidak bisa menjadi sekolah titipan," kata Winston.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD NTT ini mengatakan, usulan itu adalah untuk SMK.
Pasalnya, saat ini SMK di NTT menjadi debat publik, karena ada sekitar 75 sekolah di NTT yang hendak ditutup dan paling banyak adalah SMK.

"Masalahnya adalah, soal praktek kerja industri (prakerin) . Siswa di SMK yang hendak prakerin butuh biaya besar sehingga saat itu banyak siswa SMK yang pindah ke SMA," katanya.

Suami Sudah Ditahan, Kini Giliran Istri Galih Ginanjar Dilaporkan ke Polisi, Ini Ungkapan Barbie

Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi NTT ini mengatakan, apa yang diusulkan warga adalah sekolah swasta sehingga pihaknya akan mendukung penuh

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved