Tahun 2019 Ada 994 Warga Ngada Digigit Hewan Penular Rabies

Sejak Januari hingga Juni 2019, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada mencatat sudah 839 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR).

Tahun 2019 Ada 994 Warga Ngada Digigit Hewan Penular Rabies
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Kepala Dinas Kesehatan Ngada, Agustinus Naru, S.KM.M.Adm.Kes 

Tahun 2019 Ada 994 Warga Ngada Digigit Hewan Penular Rabies

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | BAJAWA - Sejak Januari hingga Juni 2019, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada mencatat sudah 839 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Agustinus Naru, S.KM.,M.Adm. Kes, menjelaskan hampir setiap bulan kasus pasti ada dan semua mendapatkan pertolongan pertama dari pihak petugas medis disetiap Puskesmas.

Kadis Agustinus menyebutkan, untuk bulan Juli 2019 sudah 155 kasus GHPR yang telah terjadi. Besar kemungkinan akan bertambah karena saat ini sedang wabah rabies.

"Bulan Januari sampai Juni 2019 kasus 839 GHPR. Kasusnya naik turun dan kebanyakan HPR yaitu Anjing dan kucing sebagian kecil saja. Sedangkan hingga, Kamis (18/7/2019) sudah ada 155 kasus gigitan. Total semuanya hingga saat ini 994 kasus GHPR di Ngada. Semua negatif kecuali dua orang yang meninggal minggu lalu itu sudah positif Rabies dan meninggal di RSUD Bajawa," ungkap Agustinus, kepada POS KUPANG.COM, Jumat (19/7/2019).

Ia menerangkan kasus ini harus disikapi dengan cepat dan butuh penanganan yang serius. Tatalaksana penanganan harus disosialisasikan dan upaya promotif dan preventif terus digalakan.

Ia menyebutkan tahun 2018 jumlah kasusnya adalah tahun 2018 jumlah kasusnya adalah 1. 895 kasus GHPR dan tidak yang positif. Tahun 2018 tidak ada yang meninggal dunia karena penyakit Rabies.

Anjing Rabies Kepung Kota Maumere

Dua Warga Ngada Meninggal Diduga Kena Penyakit Rabies

Ia menyarankan agar semua Hewan Penular Rabies wajib diberi vaksin dan dikandangkan terlebih dahulu.

"Anjing, kera dan kucing wajib diberi Vaksin Anti Rabies. HPR harus dikandangkan," tegasnya.

Ia menyarangkap kepada masyarakat jika ada yang terkena gigitan, atau cakaran dan air liur HPR wajib dicuci dengan air bersih yang mengalir dan pakai sabun. Gunaka betadin dan langsung datang ke Dinkes Ngada untuk mendapatkan VAR.

"Kami piket 24 jam. VAR dilayani gratis. Silakan datang kalau ada kejadian gigitan HPR," ungkapnya.(*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved