Arswendo Atmowiloto, Sastrawan, Budayawan dan Wartawan Senior meninggal dunia, Patut Jadi Panutan

Arswendo Atmowiloto, Sastrawan, Budayawan dan Wartawan Senior meninggal dunia dan yang patut jadi panutan

Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Budayawan Arswendo (kiri), Penikmat Sepak Bola Ronal Surapradja (kanan), foto saat Diskusi Bola Juara di Kawasan Agus Salim, Jakarta Pusat, Minggu (24/2/2019). Diskusi bola Juara ini mengangkat Tema "Sepak Bola Indonesia di Persimpangan" . Warta 

Arswendo Atmowiloto, Sastrawan, Budayawan dan Wartawan Senior meninggal dunia dan yang patut jadi panutan

POS-KUPANG.COM - Berita duka, sastrawan dan wartawan senior Arswendo Atmowiloto meninggal dunia di rumahnya pada Jumat (19/7/2019) pukul 17.50 WIB.

Melansir Kompas.com, Arswendo meninggal dunia di rumahnya karena sakit yang dideritanya selama ini.

Hal ini dibenarkan Wakil Pemimpin Redaksi Kompas yang juga tetangga dekat Arswendo, Tri Agung Kristanto.

"Betul (meninggal dunia), pukul 17.55 anaknya, Soni Wibisono menyampaikan bahwa papa sudah enggak ada," ujar Tri, Jumat sore.

Diketahui, penulis dan seniman ternama ini berjuang melawan penyakit kanker prostat.

Siapa Arswendo Atmowiloto?

Arswendo Atmowiloto terlahir dengan nama lahir Sarwendo.

Meninggal Dunia, Sastrawan Arswendo Atmowiloto, Jenasahnya Dimakamkan di San Diego Hills?

Nama Arswendo Atmowiloto berasal dari Sarwendo yang diubah menjadi Arswendo.

Kemudian di belakang namanya ditambahkan nama ayahnya, Atmowiloto.

Desrizal Chaniago, Pengacara TW yang Pukul Hakim Jadi Tersangka, Dua Hakim ke Rumah Sakit

Wanita Pura-Pura Orgasme di Ranjang, Ini Alasannya, Pria Mesti Tahu Hal Ini Loh

Waspada! Pura-Pura Orgasme Saat Berhubungan Intim, Bisa Berbahaya Loh, Benarkah?

Arswendo Atmowiloto adalah penulis dan wartawan Indonesia yang aktif di berbagai majalah dan surat kabar seperti Hai danKompas.

Arswendo Atmowiloto menulis cerpen, novel, naskah drama, dan skenario film

Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 26 November 1948 sempat beberapa bulan kuliah di IKIP Solo.

Dia lalu mengikuti program penulisan kreatif di Iowa University, Iowa City, Amerika Serikat (1979).

Banyak karyanya yang telah disinetronkan dan mendapat penghargaan, di antaranya Keluarga Cemara dan Becak Emak, yang terpilih sebagai Pemenang Kedua Buku Remaja Yayasan Adikarya IKAPI 2002.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved