Kasus Penggelembungan Suara Pileg 2019, Pengadilan Tinggi NTT Tolak Banding Jaksa

Terdakwa sebelumnya menerima putusan bebas dari majelis hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang

Kasus Penggelembungan Suara Pileg 2019, Pengadilan Tinggi NTT Tolak Banding Jaksa
POS KUPANG/RYAN NONG
Kuasa hukum Novan Erwin Manafe, SH dan Bildad Torino M. Thonak, SH saat menerima surat putusan dari Pengadilan Tinggi Kupang.

Kasus Penggelembungan Suara Pileg 2019, Pengadilan Tinggi NTT Tolak Banding Jaksa

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pengadilan Tinggi (PT) Kupang akhirnya memutuskan dan menetapkan pengajuan banding yang diajukan pihak kejaksaan terhadap putusan kasus pelanggaran pemilu oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang.

Keputusan yang tertuang pada putusan Nomor: 74/PID/2019/PT/KPG mengadili terdakwa Frengky Elkianus Sula, warga jalan Nuri, No 4 RT 001/004 Kelurahan Oetete, Kecamatan Oebobo dalam kasus penggelembungan suara pada pemilihan umum yang berlangsung pada 27 April 2019 lalu.

Terdakwa sebelumnya menerima putusan bebas dari majelis hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang karena dakwaan yang yang didakwa oleh jaksa tidak tidak terbukti secara sah dan meyakinkan.

Terhadap putusan bebas tersebut, jaksa melakukan banding ke Pengadilan Tinggi Kupang namun sesuai dengan fakta, majelis Pengadilan Tinggi Kupang memutuskan untuk memperkuat hasil putusan majelis hakim pengadilan negeri kelas 1A kupang.

Kuasa Hukum terdakwa Bildad Torino M. Thonak, S.H yang dikonfirmasi wartawan mengatakan pihaknya telah menerima surat putusan banding dari Pengadilan Tinggi Kupang melalui akta pemberitahuan putusan pengadilan Nomor: 24/Akta Pid/2019/PN.Kpg pada tanggal 10 juni 2019.

Amar putusan tersebut menyatakan, menerima permohonan banding dari Jaksa Penuntut Umum, menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Kupang Nomor 144/Pid.B/2019/PN Kpg, tanggal 25 Juni 2019, yang dimintakan banding tersebut dan membebankan biaya perkara kepada Negara.

"Upaya hukum banding ini adalah putusan yang sudah final tidak ada upaya hukum lain lagi sehingga putusan ini dengan sendirinya menjadi inkrah," ujar Bildad.

Sementara Novan Erwin Manafe SH menambahkan sebagai penasehat hukum dan mewakili terdakwa, mereka menyampaikan apresiasi kepada pihak pengadilan atas putusan bebas yang diterimanya.

Menurutnya putusan tersebut sudah adil karena terdakwa tidak melakukan seperti yang didakwakan oleh jaksa.

Halaman
123
Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved